Sabtu, 24 Januari 2026

Sudah Dua Kali Terjadi, Polda Kepri Lakukan Evaluasi Menyeluruh dalam Kasus Kapal Federal II

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban ledakan kapal tanker Federal II milik PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos – Polda Kepri masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kebakaran kapal Federal II yang terjadi di salah satu galangan kapal (shipyard) di kawasan Tanjung Uncang, Batam. Penyidik akan memastikan apakah kejadian itu sebuah ledakan atau kebakaran.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan, tim gabungan dari Polresta Barelang dan Ditreskrimum Polda Kepri masih bekerja di lapangan bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

“Tim kami dari jajaran reskrim, baik Polresta Barelang maupun yang dibackup Ditreskrimum Polda Kepri, masih terus melakukan penyelidikan mendalam. Kami sudah meminta perbantuan dari Labfor Bareskrim Polri, mereka sejak kemarin bekerja di lokasi untuk mencari penyebab kebakaran itu,” ujar Irjen Asep, Jumat (17/10).

Menurutnya, hingga kini hasil pemeriksaan tim Labfor belum disampaikan karena olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung. Timnya tengah bekerja.

“Sampai hari ini belum ada hasil akhir dari Labfor. Mereka masih bekerja di lapangan,” tegasnya.

Selain menunggu hasil Labfor, Kapolda menyebut tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk pihak-pihak yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.

“Pemeriksaan terhadap saksi-saksi sudah kami lakukan. Baik yang berada di sekitar TKP maupun dari pihak yang dianggap mengetahui detail kejadian,” katanya.

Asep menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius karena telah menelan korban jiwa. Ia menyebut korban yang meninggal dunia bertambah satu orang.

“Ini sudah kejadian menonjol karena memakan nyawa orang lain. Maka otomatis kami akan menuntaskan kasus ini dan meneliti siapa saja yang harus bertanggung jawab, jika terbukti ada unsur kelalaian atau tindak pidana yang muncul akibat peristiwa itu,” ujarnya tegas.

Terkait dugaan apakah kejadian ini berulang di kapal yang sama seperti insiden pada Juni lalu, Kapolda mengatakan belum dapat menyimpulkan karena penyelidikan masih berlangsung.

“Kami belum bisa menyimpulkan karena olah TKP masih berjalan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah peristiwa itu murni kebakaran atau disebabkan oleh ledakan. “Saksi-saksi sedang diperiksa, olah TKP masih berjalan, jadi kami belum dapat menyimpulkan apakah meledak atau terbakar,” jelasnya.

Meski terjadi di bagian dalam kapal, Irjen Asep memastikan kondisi kapal tidak rusak berat. “Kapalnya masih utuh, karena kebakaran itu terjadi di dalam ruang bawah dek,” tambahnya.

Menyinggung soal penerapan standar keselamatan kerja (K3) di industri galangan, Kapolda mengungkapkan bahwa sejumlah instansi telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi.

“Dinas Tenaga Kerja Provinsi, Pemko Batam, Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga DPRD sudah mendatangi lokasi. Ini nanti menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh, bukan hanya untuk kejadian sekarang, tapi juga untuk memastikan mengapa hal serupa bisa terjadi lagi di kapal yang sama,” paparnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Ade Muyana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap manajemen keselamatan kerja di perusahaan tersebut.

“Saya sudah perintahkan Dirkrimum untuk mengevaluasi secara menyeluruh bagaimana manajemen safety di Tanjung Uncang, khususnya di perusahaan itu, kenapa bisa terjadi dua kali kejadian di tempat yang sama,” tegasnya.

Soal dugaan adanya pelanggaran karena perusahaan melakukan subkontrak pekerjaan ke pihak lain, Asep mengatakan hal itu sedang didalami penyidik dan Dinas Tenaga Kerja.

“Itu sedang kami dalami, nanti akan dicek juga ke Disnaker,” ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini pihak kepolisian belum menghentikan seluruh aktivitas perusahaan, namun hanya melakukan police line pada kapal yang menjadi lokasi kebakaran. “Yang kami pasangi garis polisi hanya kapal tempat kejadian, bukan seluruh perusahaan. Di galangan itu ada beberapa kapal lain yang juga sedang dikerjakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyelidikan tidak hanya akan menelusuri penyebab teknis kebakaran, tetapi juga aspek manajerial, termasuk penerapan K3 dan rantai tanggung jawab di internal perusahaan.

“Saya sudah perintahkan agar penyidikan dilakukan menyeluruh, dari manajer sampai penanggung jawab tertinggi. Termasuk mengecek aspek K3, agar diketahui akar masalahnya di mana dan kenapa bisa terjadi berulang,” ujarnya.

Asep juga menepis anggapan bahwa pertemuannya dengan kalangan pengusaha dan asosiasi galangan baru-baru ini terkait langsung dengan kasus tersebut.

“Itu bukan pertemuan khusus dengan asosiasi galangan, tapi kegiatan rutin saya bersama Apindo dan komunitas lainnya. Saya hanya mengingatkan agar aspek keselamatan kerja benar-benar diperhatikan,” katanya.

Sedangkan terkait pemeriksaan penyidik terhadap manajemen perusahaan dan bentuk komitmen perusahaan terhadap korban masih berproses. “Masih berlangsung. Saya belum dapat laporan. Nanti akan disampaikan secara lengkap oleh penyidik, Dirkrimum, atau Kasatreskrim,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Update