Minggu, 18 Januari 2026

Sudirman Saad Ajak Mahasiswa Kolaborasi Kembangkan Industri Maritim

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, menjadi narasumber dalam kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) pada Senin (21/7/2025).

Di hadapan para mahasiswa UMRAH, Sudirman Saad yang mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memaparkan potensi maritim wilayah Batam dalam kaitannya dengan program prioritas Pelabuhan Logistik Internasional Batu Ampar. Program ini bertujuan memaksimalkan potensi strategis dari jalur pelayaran internasional Selat Malaka.

Sudirman mengajak mahasiswa UMRAH untuk berkolaborasi dalam mengembangkan industri maritim yang sangat potensial. Hal ini tidak terlepas dari letak geografis Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri atas 96 persen lautan dan hanya 4 persen daratan.

“BP Batam saat ini sudah bergerak ke arah pengembangan industri maritim dan ingin Kota Batam menjadi katalisator dalam transformasi industri maritim,” ujarnya.

Ia melanjutkan, setiap tahunnya terdapat sekitar 82.000 kapal dan 60 juta PP kargo yang lalu-lalang di Selat Malaka. Oleh karena itu, BP Batam ingin menangkap peluang ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah transformasi pelabuhan di Kota Batam. Transformasi ini mencatatkan kinerja positif pada tahun 2024 lalu.

Melalui upaya tersebut, terjadi peningkatan arus peti kemas sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 624.061 TEUs pada tahun 2023 menjadi 673.343 TEUs pada 2024. Jumlah tersebut terdiri atas 180 ribu TEUs peti kemas domestik dan 493 ribu TEUs ekspor-impor.

Selain itu, BP Batam juga telah melaksanakan sejumlah langkah strategis, seperti digitalisasi layanan pelabuhan melalui penyempurnaan Sistem Pelaporan Tersus dalam Batam Seaport Information Management System (B-SIMS), serta implementasi Batam Terminal Operating System (B-TOS) di Terminal Peti Kemas Batu Ampar.

Upaya tersebut mendapat respons positif secara internasional, ditandai dengan masuknya rute pelayaran perdana Direct Call ke China yang dimulai pada 31 Maret 2024 melalui Kapal MV SITC Hakata, dan disusul oleh rute pelayaran perdana Kapal MV Uni Active Evergreen Line pada 20 Agustus 2024.

“Sebagaimana arahan dari Bapak Presiden dan komitmen Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Batam akan terus mengoptimalkan sektor-sektor strategis agar menjadi penggerak utama perekonomian nasional,” ujar pria lulusan S3 UGM tersebut.

“Upaya BP Batam ini akan berjalan lebih cepat dengan hadirnya SDM yang kuat di sektor kemaritiman. Kami mengajak seluruh mahasiswa, ayo jadi bagian penting dari masa depan industri maritim Batam–Indonesia,” pungkas Sudirman. (*)

Update