Jumat, 9 Januari 2026

Sudut Engku Putri Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Warga Keluhkan Bau Menyengat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tumpukan sampah menggunung di salah satu sudut Dataran Engku Putri, Batam Centre. F.yashinta

batampos – Tumpukan sampah menggunung di salah satu sudut Dataran Engku Putri, Batam Centre, dikeluhkan warga. Selain menimbulkan bau menyengat, kondisi itu mencoreng keindahan ikon kota Batam yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat.

Pantauan Batam Pos, sampah yang terdiri dari plastik, sisa makanan, ranting pohon, hingga material bangunan menumpuk di sisi timur lapangan utama, tak jauh dari jalur menuju Kantor Wali Kota Batam. Beberapa kantong hitam besar tampak sobek, isinya berserakan hingga ke jalur pejalan kaki.

Bau tidak sedap tercium kuat terutama saat angin sore berembus. Beberapa warga terlihat menutup hidung dan mempercepat langkah saat melintas di dekat lokasi.

“Kalau ke sini tak nyamannya lihat pemandangan sampah seperti ini. Baunya juga sudah menyengat,” ujar Meri, salah satu pengunjung di Dataran Engku Putri.

Baca Juga: Reformasi Birokrasi Menggiring Triliunan Rupiah ke Batam

Menurut dia, tumpukan sampah itu sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Meski sudah ada beberapa yang dibungkus kantong plastik, namun sebagian sampah masih berserakan.

“Sayang sekali, ini kan tempat kebanggaan warga Batam. Dekat dengan Kantor Walikota Batam, dekat museum dan mall. Harusnya bersih dan enak dipandang,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ridwan warga Tiban, yang datang bersama keluarga untuk berfoto dan menikmati suasana sore. Ia mengaku heran kawasan yang berdekatan dengan gedung pemerintahan justru dibiarkan kotor.

“Letaknya pas di dalam kawasan Engku Putri dekat kantor wali kota. Kok bisa sampai menumpuk begini. Mestinya pemerintah lebih cepat tanggap,” katanya sambil menunjuk tumpukan kantong plastik berwarna hitam.

Ridwan menilai keberadaan sampah di area publik seperti ini bisa merusak citra Batam sebagai kota modern dan tujuan wisata. “Banyak tamu dari luar daerah datang ke sini. Kalau lihat sampah seperti ini, kesannya kita tidak peduli kebersihan,” tambahnya.

Baca Juga: Program MBG Menyebar di 10 Kecamatan, Kemenag Batam Targetkan Jangkau Pulau Terluar

Selain mengganggu pemandangan, warga juga khawatir tumpukan sampah itu bisa menjadi sumber penyakit. Beberapa plastik bekas makanan tampak dikerubungi lalat, sementara air lindi dari tumpukan mengalir ke selokan di tepi jalan.

Sejumlah pengunjung berharap pemerintah kota segera menurunkan petugas kebersihan. “Kami nggak minta apa-apa, cukup bersih saja sudah senang. Dataran Engku Putri ini wajah Batam, jangan sampai rusak karena sampah,” ujar Laili pengunjung lainnya yang harus tutup hidunv saat melewati tumpukan sampah.

Dataran Engku Putri sejatinya menjadi ruang publik yang membanggakan warga Batam. Namun, tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari menunjukkan bahwa pengelolaan kebersihan di jantung kota masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update