Minggu, 18 Januari 2026

Tak Cukup Jadi Juara Nasional, BP Batam Bidik Jejaring Ekonomi Global

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Amsakar Achmad.

batampos – Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memastikan Bandar Dunia Madani harus membangun keberanian baru dalam menatap masa depan ekonomi. Ia menilai, sudah waktunya Batam tidak lagi sekadar bangga pada capaian nasional, melainkan harus mulai menembus pasar regional dan internasional.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Batam Investment Forum 2025, Kamis (17/7), yang digelar atas kolaborasi BP Batam bersama Bisnis Indonesia dan Himpunan Kawasan Industri (HKI), melalui inisiatif Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan.

“Batam tidak boleh hanya puas menjadi juara nasional. Kita harus mulai membangun jejaring baru dengan negara-negara sahabat, menatap peluang yang lebih besar di luar negeri,” ujarnya.

Baca Juga: Jaga Iklim Investasi, BP Batam Perkuat Perlindungan Investasi

Posisi geografis dan sejarah pembangunan Batam sebagai kawasan industri menjadikannya sangat strategis untuk perdagangan lintas batas. “Batam memang ditakdirkan sebagai kawasan investasi internasional. Kita harus percaya diri,” tambahnya.

Waspadai Tantangan Kebijakan Tarif

Meski diliputi optimisme, Amsakar juga mengingatkan adanya tantangan yang harus diwaspadai. Salah satunya adalah kebijakan tarif lokal sebesar 19 persen, yang menurutnya dapat berdampak pada keberlangsungan investasi dan daya saing Batam.

“Kita tidak boleh lengah. Kebijakan seperti ini bisa jadi penghambat jika tidak disikapi dengan cermat,” katanya.

Dia menilai forum investasi seperti ini penting untuk menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha. Dengan demikian, arah kebijakan bisa disusun berdasarkan realitas di lapangan.

Dalam paparannya, ia menyampaikan kekuatan ekosistem Batam yang saat ini ditopang oleh 31 kawasan industri, 135 industri galangan kapal (shipyard), empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta tiga Proyek Strategis Nasional (PSN). Infrastruktur ini, kata dia, menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Ekosistem ini yang membuat kita percaya diri menghadapi pasar global. Namun kita juga terus berbenah, bukan hanya fisik, tapi juga dari sisi regulasi,” kata dia.

Baca Juga: Daging Beku Mulai Langka di Batam, Harga Daging Segar Tembus Rp160 Ribu per Kg

BP Batam telah memangkas durasi pengurusan izin dari yang sebelumnya bisa mencapai enam bulan, menjadi kurang dari 60 hari. Selain itu, beberapa kebijakan yang dinilai menghambat juga telah dihentikan, termasuk fatwa planologi.

“Langkah-langkah ini bagian dari penyederhanaan dan efisiensi. Kita ingin investor datang tanpa harus terhalang prosedur yang rumit,” kata Amsakar.

Dengan semangat reformasi dan kerja sama lintas sektor, Amsakar pun berharap Batam mampu mempertahankan posisinya sebagai kawasan strategis unggulan, tak hanya di tingkat nasional, tapi juga di mata dunia. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update