Jumat, 16 Januari 2026

Tangis Pecah di RS Mutiara Aini, Kapal Federal II Kembali Meledak: 10 Tewas, Puluhan Luka-Luka

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban kapal Federal II yang meledak ditangani di RS Mutiara Aini. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Tragedi kembali menyelimuti galangan kapal PT ASL Shipyard di Tanjunguncang, Batam. Kapal tanker Federal II kembali meledak, Rabu (15/10) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, menewaskan sedikitnya 10 pekerja dan melukai puluhan lainnya. Ledakan terjadi di bagian tangki bawah kapal yang saat itu tengah dikerjakan oleh puluhan pekerja.

Berdasarkan keterangan beberapa pekerja yang ditemui di RS Mutiara Aini, ledakan bermula dari munculnya api di area tangki bawah. Api diduga berasal dari sisa minyak yang belum sepenuhnya dibersihkan sebelum proses pekerjaan dilakukan. “Kemungkinan besar karena masih ada sisa minyak di tangki. Panas dan percikan api bisa jadi penyebabnya,” ujar salah satu pekerja yang turut membantu evakuasi rekannya.

Sumber pekerja lainnya menyebut, indikasi kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja (safety) menjadi perhatian. “Sepertinya ada kelengahan, mungkin pengecekan tidak maksimal. Padahal pekerja di dalam banyak,” ujarnya. Para korban kebanyakan sedang bekerja di area tertutup saat ledakan terjadi, sehingga sulit menyelamatkan diri.

Baca Juga: Polisi Fokus Tangani Korban Ledakan Kapal Federal II, Jumlah Pastinya Masih Didata

Suasana haru menyelimuti kamar jenazah RS Mutiara Aini. Seorang remaja pria tampak menangis histeris di samping ibunya, menanti jasad sang ayah yang menjadi korban. “Pak, Adek masih butuh Bapak… bangun, Pak,” tangisnya yang membuat suasana rumah sakit ikut pilu. Salah satu korban disebut baru dua bulan bekerja di Batam untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Kejadian ini mendapat perhatian langsung dari Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafruddin yang turun meninjau ke sejumlah rumah sakit bersama Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin. “Benar, kapal yang terbakar ini masih kapal yang sama dengan insiden sebelumnya. Saat ini korban meninggal sementara tercatat 10 orang dan lainnya luka-luka. Penyebab pasti masih terus kami dalami,” ujar Asep di lokasi.

Peristiwa tragis ini menjadi sorotan besar dan memunculkan kembali pertanyaan serius soal keselamatan kerja di industri galangan kapal Batam, setelah kapal yang sama sebelumnya juga meledak pada Juni lalu dan menewaskan empat pekerja. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update