
batampos – Pelayaran Kapal Motor (KM) Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI terhenti mulai 11 September 2025. Kapal penumpang yang melayani rute Batam–Belawan dan Batam–Jakarta itu masuk agenda docking tahunan dan baru akan kembali berlayar pada 1 Oktober 2025 mendatang.
Selama hampir tiga pekan masa docking, PELNI tidak menyiapkan kapal pengganti. Kondisi ini membuat warga yang biasa mengandalkan KM Kelud harus mencari jalur transportasi lain, baik laut maupun udara.
Sejumlah penumpang memilih jalur laut dengan menyeberang menggunakan kapal feri ke Buton, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Sumatera Utara. Meski lebih lama, cara ini dinilai lebih ramah di kantong dibandingkan membeli tiket pesawat.
Andre, warga Batam yang rutin bepergian ke Medan, mengaku terpaksa menempuh opsi tersebut. “Kalau ada kapal pengganti lebih baik. Karena kalau harus naik pesawat biayanya jauh lebih besar, apalagi kami biasanya bawa barang. Jadi terasa berat,” ujarnya, Jumat (5/9).
Hal serupa dirasakan Fitri, pengguna setia KM Kelud lainnya. Ia bahkan harus menunda perjalanan karena tak ada moda laut yang sebanding dengan layanan KM Kelud. “Selama kapal tidak jalan, kami terpaksa tunda perjalanan. Harapannya nanti PELNI bisa siapkan alternatif, supaya mobilitas masyarakat tidak terganggu,” ucapnya.
Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menegaskan docking merupakan agenda rutin tahunan yang wajib dilakukan untuk menjamin kelayakan dan keamanan kapal. “Mulai 1 Oktober 2025, KM Kelud sudah selesai docking dan kembali normal melayani masyarakat,” katanya.
Absennya KM Kelud sejak 11 September dirasakan cukup berat oleh masyarakat, terutama bagi yang rutin bepergian di rute Batam–Belawan. Banyak penumpang akhirnya menunda keberangkatan atau harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya transportasi lain. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



