
batampos – BP Batam akan memfokuskan pengembangan kawasan strategis sebagai prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2025.
Langkah ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyatakan bahwa perencanaan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen dalam lima tahun mendatang.
“BP Batam bertugas untuk menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia. Dengan perencanaan yang matang, saya optimis ekonomi Batam akan kembali tumbuh lebih dari 7,04 persen,” ujarnya, Rabu (11/12).
Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, BP Batam Prioritaskan Pengembangan Kawasan Strategis
Untuk mencapai target tersebut, BP Batam menetapkan sejumlah prioritas infrastruktur, di antaranya pengembangan prasarana pendukung konektivitas darat, fasilitas perumahan dan permukiman, serta sarana pengembangan kawasan industri. Langkah-langkah ini dirancang guna mendukung Prioritas Nasional 3 yang menitikberatkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi.
Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada periode 2025-2030, Batam harus mampu menarik investasi rata-rata Rp 115 triliun per tahun.
“Kami membutuhkan dukungan penuh dari seluruh komponen daerah agar target ekonomi ini dapat tercapai. Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan rencana kerja pemerintah lima tahun ke depan,” kata Rudi.
Beberapa sektor strategis yang menjadi fokus pengembangan BP Batam meliputi: Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pengembangan terminal kargo untuk meningkatkan kapasitas logistik; Pelabuhan Batuampar, modernisasi pelabuhan guna meningkatkan efisiensi distribusi barang; infrastruktur jalan, peningkatan jalan koridor utama untuk memperlancar konektivitas transportasi darat.
Baca Juga: 216 Km Jalan Butuh Perbaikan, Tambal Sulam Tak Efektif, Warga Harapkan Perbaikan Permanen
Selain itu, BP Batam juga memaksimalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti Nongsa Digital Park (NDP) untuk sektor teknologi digital, KEK MRO untuk industri kedirgantaraan, dan KEK Kesehatan yang berfokus pada pariwisata kesehatan terintegrasi.
Rudi optimis langkah-langkah ini akan memberikan nilai tambah signifikan bagi Batam. Melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor strategis, Batam dapat berkontribusi signifikan dalam mendorong perekonomian nasional menuju target pertumbuhan yang ambisius.
“Dengan pengembangan yang tepat, Batam akan semakin kokoh sebagai pusat investasi dan logistik internasional,” kata dia. (*)
Reporter: Arjuna



