Kamis, 29 Januari 2026

Tarif Listrik Jadi Penyumbang Inflasi Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Lampu

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat laju inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) pada Maret 2025 sebesar 2,53 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,80. Angka ini menurun dibanding Maret 2024 yang mencatat inflasi sebesar 3,56 persen dan Maret 2023 sebesar 4,83 persen.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan bahwa inflasi ini disebabkan oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 11,23 persen.

“Inflasi Maret 2025 didorong oleh beberapa komoditas utama, seperti emas perhiasan, tarif listrik, sewa rumah, dan bahan makanan seperti minyak goreng, bayam, serta mie. Kenaikan juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,39 persen,” ujar Eko, Rabu (9/4).

Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi Batam pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,11 persen. Angka ini naik tipis dari Februari 2025 yang tercatat sebesar 108,68, menjadi 108,80 pada Maret. Sementara itu, secara tahunan (year to date/ytd), inflasi Batam mencapai 1,01 persen.

Eko menjelaskan, dari sisi kelompok pengeluaran, selain kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menyumbang inflasi sebesar 0,66 persen, kelompok lainnya yang turut mendorong inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau (0,77 persen), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,55 persen), serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,31 persen).

“Kelompok transportasi juga memberi andil sebesar 0,22 persen. Ini menunjukkan bahwa biaya logistik dan transportasi masih memengaruhi tekanan inflasi, khususnya dari angkutan udara dan pengiriman barang,” ungkapnya.

Meski sebagian besar kelompok mengalami kenaikan harga, terdapat kelompok yang mengalami penurunan indeks harga. Kelompok pendidikan mengalami deflasi sebesar 1,45 persen dengan andil 0,11 persen terhadap penurunan inflasi. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga juga mengalami deflasi sebesar 0,20 persen.

“Komoditas yang menyumbang deflasi antara lain cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, tomat, bawang merah, dan beberapa jenis ikan segar,” lanjut Eko.

Dibandingkan dua tahun sebelumnya, inflasi pada Maret 2025 tergolong terkendali. Hal ini menunjukkan stabilitas harga di Batam cukup terjaga, meskipun tekanan dari beberapa komoditas musiman dan harga global masih terasa.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja, dan pemerintah daerah dapat terus memperkuat pengawasan serta menjaga distribusi komoditas agar inflasi tidak melonjak,” tutup Eko. (*)

Update