Minggu, 25 Januari 2026

Tawuran Pelajar di Batuaji Berakhir Damai, Polisi Tegaskan Pengawasan Anak Wajib Ditingkatkan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sejumlah siswa dan orangtua serta guru yang terlibat bentrok sebelumnya akhirnya berdamai di Polsek Batuaji. F. Eusebius Sara

batampos – Kasus tawuran antar pelajar yang pecah di kawasan Aviari, Batuaji, akhir pekan lalu resmi berakhir damai melalui langkah mediasi yang dilakukan Polsek Batuaji. Hasil penelusuran kepolisian mengungkap bahwa korban dalam bentrokan tersebut adalah Damar, seorang alumni SMKN 5 Batam.

Damar bersama kedua orang tuanya mendatangi Polsek Batuaji pada Selasa (12/8) dan menyatakan tidak ingin membawa kasus ini ke ranah hukum. Mendengar keputusan tersebut, pihak kepolisian memutuskan menggelar mediasi dengan menghadirkan semua pihak yang terlibat dalam insiden itu.

Mediasi dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Batuaji yang juga menjabat sebagai PLH Kapolsek, Iptu Andi Pakpahan, di aula Polsek Batuaji. Pertemuan dihadiri orang tua siswa, perwakilan sekolah, serta pihak yang disebut terlibat.

Dari hasil mediasi, diketahui tiga sekolah yang siswanya ikut terlibat adalah SMKN 4 Batam, SMKN 5 Batam, dan SMK Maritim Batam. Seluruh pihak duduk bersama membicarakan penyelesaian masalah secara kekeluargaan, demi menghindari kerugian lebih besar di kemudian hari.

Dalam forum tersebut, orang tua dan pihak sekolah sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan tawuran tersebut. Mereka juga berkomitmen memperketat bimbingan dan pengawasan agar anak-anak tidak lagi terlibat perbuatan serupa. Kesepakatan itu dituangkan dalam notulen yang ditandatangani bersama sebagai bentuk komitmen damai.

“Kami ingin mengembalikan situasi kondusif di Batuaji dan memberikan pembelajaran bahwa penyelesaian damai lebih baik daripada membawa masalah ke jalur hukum, selama semua pihak sepakat dan tidak ada korban serius,” kata Iptu Andi Pakpahan.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi kegiatan anak di luar jam sekolah, terutama agar mereka tidak mudah terprovokasi ajakan negatif. Pihak sekolah pun menyatakan akan meningkatkan pengawasan, termasuk memberikan edukasi khusus tentang bahaya tawuran.

Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, Polsek Batuaji berharap kerja sama antara kepolisian, sekolah, dan orang tua bisa mencegah kasus serupa. Polisi juga akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas remaja di luar jam sekolah, terutama yang berkeliaran tanpa tujuan jelas.

“Kami minta masyarakat serius mengawasi aktivitas anak. Jangan biarkan anak membawa kendaraan dan berkeliaran hingga larut malam. Jika ada kegiatan di luar sekolah, mintalah pendampingan dan pengawasan dari pihak kepolisian,” tegas Andi.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, juga menegaskan hal serupa. Menurutnya, orang tua wajib menanamkan kedisiplinan sejak dini, hanya mengizinkan anak yang sudah memiliki SIM untuk berkendara, dan memastikan kegiatan di luar rumah bermanfaat. “Awasi anak dengan serius. Jangan manjakan dengan fasilitas yang justru bisa menjerumuskan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

 

Update