
F. Humas Citramas untuk Batam Pos
batampos – Kota Batam semakin memantapkan posisinya sebagai pusat konektivitas digital di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan peresmian Cable Landing Station (CLS) di Nongsa, oleh PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin).
Fasilitas CLS di Nongsa tersebut menjadi bagian dari sistem kabel bawah laut Indonesia Cable Express (ICE), yang menghubungkan Indonesia dengan dunia.
Proyek ini menjadi tonggak baru dalam transformasi digital Indonesia. Setelah sebelumnya mengandalkan Tanjungbemban sebagai lokasi utama pendaratan kabel bawah laut, kini CLS Nongsa diproyeksikan sebagai gerbang utama konektivitas internasional. Infrastruktur ini akan mempercepat akses digital ke berbagai wilayah strategis, seperti Timur Tengah, Asia Timur, Australia, hingga Amerika Serikat.
CEO CFU WIB Telkom Group, Bogi Witjaksono, mengatakan, bahwa kolaborasi dengan Nongsa Digital Park (NDP) dan Citra Connect memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional.
“Dengan meningkatkan peran Batam sebagai gerbang utama konektivitas global, kami meletakkan fondasi yang kuat untuk pengembangan pusat data di Batam dan sekitarnya,” katanya, Sabtu (21/12).
CLS Nongsa dirancang sebagai titik pendaratan utama untuk empat sistem kabel bawah laut, termasuk ICE Cable Systems. Infrastruktur ini kemungkinan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia bagian barat serta kawasan Asia Tenggara.
Chairman Citramas Group, Kris Wiluan, menyebut, bahwa NDP menjadi bagian dari inisiatif strategis guna memadukan infrastruktur modern dengan investasi pusat data.
“Proyek ini akan menjadikan Batam sebagai pusat data berteknologi tinggi yang terhubung secara global, menciptakan peluang kerja berkualitas tinggi bagi talenta Indonesia,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Senior Nongsa Digital Park dan Citra Connect, Marco Bardelli, menambahkan, CLS Nongsa adalah langkah penting dalam memposisikan Batam sebagai pusat data terbesar di Asia Tenggara.
“Dengan kabel serat optik bawah laut, Nongsa Digital Park siap menjadi penggerak utama ekonomi digital Indonesia,” katanya.
Proyek tersebut juga merefleksikan komitmen Telin untuk menjadikan Indonesia sebagai pelopor revolusi digital global. Dengan begitu, Indonesia semakin siap menghadapi kebutuhan konektivitas masa depan yang lebih cepat dan andal, serta jadi pemimpin regional dalam konektivitas digital. (*)
Reporter : ARJUNA



