
batampos – PT Telkomsel resmi memperluas cakupan jaringan 5G di Kota Batam dengan mengaktifkan sebanyak 112 Base Transceiver Station (BTS). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam mendorong akselerasi transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi digital di kota industri tersebut.
Pengenalan perluasan jaringan 5G ini berlangsung di Gedung Telkomsel Batamcenter, Senin (16/6), yang dihadiri oleh Director of Network Telkomsel, Indra Mardiatna.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan konektivitas dan layanan berbasis solusi inovatif. Dengan pengaktifan 112 BTS 5G di Batam, kami ingin menjadikan Batam sebagai kota dengan jaringan 5G yang seamless,” ujar Indra.
Telkomsel memproyeksikan Batam sebagai pusat pertumbuhan industri dan ekonomi digital di wilayah Sumatra karena letak geografis yang strategis serta tingginya aktivitas bisnis B2B dan B2C.
Hal inilah yang mendorong Telkomsel menjadikan Batam sebagai salah satu kota prioritas dalam ekspansi jaringan 5G nasional.
Saat ini, Telkomsel telah memiliki lebih dari 3.000 BTS 5G yang tersebar di 56 kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, dan Batam.
Untuk kawasan Sumatra, terdapat 261 BTS 5G yang telah beroperasi, dengan persebaran di antaranya Medan 58 BTS 5G, Pekanbaru 35 BTS 5G, Palembang 57 BTS 5G dan Batam 112 BTS 5G.
Dengan jumlah tersebut, Batam menjadi kota dengan BTS 5G terbanyak di wilayah Sumatra.
“Kami pastikan bahwa seluruh wilayah Sumatra telah terlayani oleh jaringan 4G. Saat ini, Telkomsel memiliki lebih dari 41.000 BTS di Sumatra yang melayani lebih dari 51 juta pelanggan seluler dan 1,3 juta pelanggan fixed broadband,” jelas Indra.
Lebih lanjut, Telkomsel juga mendorong penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk otomatisasi layanan, mulai dari customer service, operasional hingga perencanaan jaringan. Sejumlah aplikasi bisnis yang berjalan di jaringan Telkomsel kini telah mengadopsi sistem berbasis AI.
“Batam sangat penting secara historis bagi Telkomsel dan akan terus menjadi kota bersejarah dalam pengembangan teknologi. Ke depan, kami akan terus berkolaborasi dengan 26 kawasan industri di Batam untuk memperluas pemanfaatan digitalisasi, termasuk lewat pengembangan klaster khusus industri,” ujarnya.
Indra berharap masyarakat dan pelaku industri di Batam bisa memaksimalkan kehadiran jaringan 5G untuk mendukung produktivitas, efisiensi, serta mempercepat adopsi digital di semua sektor.
“Dengan 5G, kami ingin membuka lebih banyak ruang dan peluang bagi masyarakat Batam, baik konsumen individu maupun korporasi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aziz Maulana



