Minggu, 25 Januari 2026

Temui Mahasiswa, Amsakar Janji Benahi Sampah dan Banjir

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung menemui mahasiswa yang berunjuk rasa terkait persoalan banjir, sampah, dan lain-lain, pada Rabu (27/8) di DPRD Batam. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung menemui mahasiswa yang berunjuk rasa terkait persoalan banjir, sampah, dan lain-lain, pada Rabu (27/8) di DPRD Batam. Dalam audiensi tersebut, Amsakar berkomitmen untuk menyelesaikan dua masalah krusial itu.

Persoalan sampah di Batam kini berada pada level yang serius. Volume sampah harian mencapai 850 hingga 1.300 ton per hari. Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk Batam yang sekitar 1,3 juta jiwa, maka satu orang menghasilkan rata-rata 1 kilogram sampah per hari.

“Ini proses dari hulu sampai hilir. Tidak bisa hanya memperbincangkan hilirnya saja, tapi juga harus kita bicarakan ujungnya,” katanya.

Baca Juga: Truk Pengangkut Sampah Over Load, Sampah Berceceran di Jalan

Ia menyebut, persoalan sampah bukan hanya milik Batam, tetapi juga kota-kota besar lainnya di Indonesia. Akan tetapi, Batam harus menyiapkan langkah preventif agar tidak terjebak pada penanganan darurat semata.

Salah satu langkah kecil yang pernah dilakukan Pemko Batam, lanjutnya, ialah menggelar sayembara di media sosial untuk menindak warga yang membuang sampah sembarangan.

“Tapi saya harapkan sebenarnya ada kesadaran bersama-sama,” ujarnya.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Batam, 60 Titik Banjir dan Longsor di Bengkong

Ia mengajak mahasiswa untuk berperan lebih luas. Tidak hanya sebagai penyampai aspirasi, melainkan juga turut menyosialisasikan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Baginya, penerapan sanksi berupa tindak pidana ringan (tipiring) bagi pembuang sampah sembarangan memang dimungkinkan. Namun, dia belum memilih jalan itu lantaran khawatir justru akan menimbulkan konsekuensi kerugian bagi masyarakat.

“Kalau mau diberlakukan denda, apa harus begitu? Membuang sampah tidak pada tempatnya masuk tipiring. Tapi saya tidak ingin ada konsekuensi kerugian dari masyarakat karena praktik itu,” kata dia.

Sejak awal menjabat, pihaknya telah berupaya memperkuat armada pengelolaan sampah. Ada penambahan buldozer di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, sebab tempat itu menurutnya berpotensi membahayakan dalam 15 tahun ke depan.

Selain itu, Pemko Batam juga telah menambah 14 unit arm roll, satu unit buldozer tambahan dari pemerintah, serta satu buldozer bantuan dari pengusaha. Tak hanya itu, 90 unit bin kontainer juga sudah ditempatkan di sejumlah titik strategis. Meski begitu, upaya tersebut masih belum cukup tanpa partisipasi publik.

“Kompleksitas persoalan sampah membutuhkan kerja sama semua pihak. Maka Abang akan sangat senang kalau adik-adik mahasiswa bisa menjadi bagian untuk bersama mencarikan solusi,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut contoh kondisi lapangan yang memprihatinkan. “Di depan masjid di Sagulung itu tempat orang buang sampah. Malunya kami minta ampun. Di arah ke Harbourbay, di tepi jalan dekat pasar itu juga tempat orang buang sampah. Sesungguhnya kita sedang mempertontonkan aurat kita ke publik,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Update