
batampos – Intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini menimbulkan masalah pada drainase. Arus air yang cukup deras membawa sampah dan material tanah ke dalam drainase sehingga tidak sedikit drainase yang tersumbat. Butuh penanganan yang lebih serius dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tertib membuang sampah.
Drainase induk depan sekolah Putera Batam Batuaji misalkan, saat hujan permukaan air rata dengan pinggiran jalan. Itu karena material sampah memenuhi drainase. Padahal jalur penyeberangan air menuju ke wilayah Sagulung di lokasi yang sama sudah dilebarkan dua tahun yang lalu.
Kini kondisinya kembali memprihatinkan karena sumbatan sampah rumah tangga dan sisa material bangunan. “Besar drainase ini, cuman itu tadi sampahnya yang kebanyakan sehingga tersumbat,” ujar Harun, warga di dekat lokasi drainase tersebut.
Baca Juga: Harga Tiket Ferry Batam ke Singapura Kembali Naik? Ini Jawaban Pengelola Pelabuhan Batamcentre
Disebutkan Harun, tumpukan sampah ini meningkatkan seiring dengan terjangan banjir selama musim hujan ini. Sampah dari pemukiman yang berserakan di pinggir jalan ataupun yang memang sengaja dibuang akhirnya menumpuk di sepanjang jalur penyeberangan air tersebut.
Ini juga terjadi hampir di semua jalur perlintasan air di sepanjang Jalan R Suprapto, Batuaji. Sampah menutup jalur air sehingga air tidak mengalir lancar.
Baca Juga: Dorong Sektor Properti, Pemko Batam Usul Kenaikan NPOPTKP
Camat Batuaji Faizal menyayangkan itu dan berharap masyarakat tertib membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Dukungan masyarakat dengan program normalisasi drainase dari pemerintah harus diwujudkan dengan sikap tertib membuang sampah.
“Ada beberapa titik drainase induk yang sedang dilebarkan oleh Pemko dan BP Batam. Ini harus didukung dengan sikap tertib membuang sampah, ” kata Faizal. (*)
Reporter: Eusebius Sara



