
batampos – Beberapa waktu lalu, ada kasus QRIS palsu di beberapa masjid. Modusnya, dengan menempelkan stiker QRIS, yang tidak sesuai dengan rekening milik masjid tersebut.
Atas kasus itu, Bank Indonesia Perwakilan Kepri meminta masyarakat berhati-hati dan waspada.
“QRIS itu sebelum transaksi muncul nama usaha atau rekeningnya, jika tidak sesuai. Jangan lanjutkan transaksi,” katta Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Suryono.
Dilansir dari Zonatekno.id Suryono mengatakan, agar masyarakat memastikan terlebih dahulu, sebelum transaksi dilakukan oleh masyarakat. Hal itu dirasa sangat penting, sebab demi menghindari masyarakat dari transaksi yang salah.
Baca Juga: Bea Cukai Batam Amankan Ratusan HP Bekas Milik Penumpang KM Kelud
“Pelaku usaha atau pemilik QRIS, juga harus sering-sering melakukan pengecekan,” ujar Suryono.
Ia mengatakan, pengecekan itu demi memastikan barcode QRIS yang tersedia, milik usaha atau yayasan. Jika tidak, stiker QRIS bisa segera diganti, guna menghindari kesalahan dalam transaksi.
“QRIS yang rusak, juga perlu diganti,” tutur Suryono.
Bank Indonesia, kata Suryono akan terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi. Sehingga, implementasi dari QRIS ini bisa dapat maksimal dan dinikmati masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Ombudsman Pantau Pelayanan Mudik di Pelabuhan Roro Punggur dan Sekupang
Jika, masyarakat menemukan QRIS mencurigakan, dapat segera melaporkan ke kepolisian atau Bank Indonesia.
“Laporkan segera, pastinya akan ditindaklanjuti,” tutur Suryono.
Penggunaan QRIS di Indonesia, khususnya Kepri semakin banyak setiap harinya.
“Makin banyak. Karena itu, kami akan terus mendorong penggunaan QRIS ini,” ujar Suryono.(*)
Reporter: Fiska Juanda



