
batampos – Masyarakat di wilayah Batu Besar, Nongsa mengalami krisis suplai air besih dari SPAM Batam sejak dua hari terkahir hingga pagi, Senin (23/1/2023).
Bahkan krisis tersebut juga sampai ke wilayah Botania I , kondisi seperti ini kerap terjadi sehingga membuat aktivitas warga terganggu.
Menurut informasi di lapangan , krisis air melanda beberapa perumahan seperti Taman Yasmine, BCL, Arira Garden, dan Botania I.
Bahkan dari beberapa warga terpaksa mengungsi untuk hanya sekadar memenuhi kebutuhan air dan membeli air di tangki.
Baca Juga: Wisman Padati Mall di Batam, Kunjungan Meningkat 2 Kali Lipat
“Makin ke sini semakin tidak profesional pengelola air di Batam, sudah masuk hari ketiga air mati terpaksa kami sekeluarga mencari air bersih ke rekan saudara yang suplai air nya masih lancar, “ujar warga Arira Garden, Nongsa, Angga , melalui sambungan telepon, Senin (23/1/2023).
Sementara itu warga lainnya, Ari, mengatakan, aliran air di Perumahan Arira Garden, sudah mulai mengalir. Hanya saja volumenya masih belum maksimal.
“Tadi sudah hidup tapi belum seperti biasa, airnya masih agak kecil keluarnya,” paparnya.
Ia menjelaskan, air mengalir secara bertahap ke rumah-rumah warga.
Baca Juga: Foto Warga Nongsa Berburu Air Kubangan Setelah 2 Hari Air SPAM Batam Mati Total
“Tadi di tempat saya sekitar jam 11-an baru hidup, tapi di blok lain ada yang dari sembilan sudah hidup,” tuturnya.
Sementara itu, perihal kriris dan pelayanan air yang buruk di kota Batam Anggota DPRD Batam Komisi III, Thomas Arihta Sembiring.
Baca Juga: Waspada Gelombang Tinggi dan Potensi Banjir
Ia mengatakan, kinerja PT Moya Indonesia sebagai pengelola air bersih perlu dievaluasi.
Alasanya , kerugian yang didapat akibat mati air total selama tiga hari terakhir tak sedikit.
Kondisi ini juga sebagai bentuk penilaian yang buruk di tengah geliatnya pembangunan di Batam.
Politisi PDI Perjuangan tersebut meminta agar ahli teknis dapat melakukan audit terkait kapasitas jaringan pipa yang ada saat ini.
“Kita juga perlu mendengar dari ATB dan ahli pipa apakah benar pipa air yg dipasang oleh ATB pada masa lalu sudah expired atau cuma sekedar alasan yang direkayasa,” tutupnya.(*)
Reporter: Azis Maulana



