Sabtu, 21 September 2024

Tikam Mantan Pacar di Batam, Dua Sejoli Ditangkap Polisi di Bintan

Berita Terkait

spot_img
WhatsApp Image 2022 12 04 at 13.09.55 e1670135252797
Sepasang kekasih pelaku penikaman saat diinterogasi di kantor polisi.

batampos – RO, 23, dan AR, 22, sepasang kekasih yang diduga melakukan penikmaman terhadap HE, 28, yang tak lain mantan pacar AR ditangkap Unit Reserse Kriminal Polsek Batam Kota.

Kapolsek Batam Kota AKP I Made Putra Hari, melalui Kanit Reskrim, Ipda Muhammad Yudha Firmansyah, mengatakan, sepasang kekasih RO dan AR ditangkap di tempat persembunyian mereka di Bintan.



“Kedua pelaku ditangkap di Bintan pada Jumat (25/11),” katanya, Sabtu (3/12).

Baca Juga: Revitalisasi Masjid Agung Batam, Begini Progres Pengerjannya

Menurut Ipda Yudha, dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa penikaman itu dilakukan oleh tiga orang yakni, RO, AR dan L. “Satu pelaku lagi berinisial L masih buron. Sedang kita kejar dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Ipda Yudha.

Dijelaskan Yudha, penikaman terhadap HE terjadi pada Senin (15/11) pukul 12.00 WIB di Perumahan Orchard Park, Cluster Clarika 8 No. 17, Batam Kota. Ketiga pelaku sengaja datang ke rumah HE pada malam itu. Ketiganya terlibat cek-cok dan terjadi lah perkelahian.

HE dikeroyok dan tumbang setelah sebuah tikaman mendarat di dada kiri korban. Tikaman itu mengenai tulang sehingga tidak merusak organ vital. Namun akibat tikaman itu HE harus dirawat intensif di RS Elisabeth Batam Kota.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Anak Tinggi di Batam, Kebanyakan Berawal dari Medsos

“Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui motif para tersangka melakukan pengeroyokan menggunakan senjata tajam itu karena dilatarbelakangi rasa sakit hati. Para pelaku tidak terima karena HE menghina AR yang telah berselingkuh,” kata Ipda Yudha.

Kini, polisi masih memburu salah satu pelaku yang masih buron berinisial L. Sementara RO dan AR sudah mendekam di sel tahanan. Keduanya dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman 7 tahun penjara. (*)

 

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

spot_img

Update