
batampos – Tim stunting akan mengaet 12 Kantor Urusan Agam (KUA) untuk menekan angka stunting di Kota Batam.
Ketua Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, saat ini ada 5.684 tenaga pendamping keluarga dan 21 puskesmas di Batam siap dalam upaya mencegah stunting.
“Pengentasan kasus stunting harus dimulai dari hulu. Pemko Batam akan menjalin kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) yang merupakan titik awal terjadinya perkawinan,” kata dia, Jumat (21/10/2022).
Baca Juga: Orangtua Beralih ke Obat Tablet
Di KU lanjutnya diharapkan ada edukasi mengenai stunting kepada calon pengantin. Karena kata dia, pasangan yang akan menikah dan memutuskan punya anak harus paham akan bagaimana menjalani proses kehamilan, kelahiran, dan pertumbuhan anak nantinya.
Tugas pemerintah adalah menekan terjadinya angka stunting. Untuk itu, perlu sekali edukasi dari hulu, agar dapat mencegah stunting sedini mungkin. KUA menjadi salah satu muara untuk pasangan calon pengantin (Catin) dalam mendapatkan pengetahuan.
“Tujuannya agar mereka dapat mempersiapkan kelahiran dengan baik. Meliputi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta bagaimana mencegah agar stunting tidak terjadi pada anak yang akan mereka lahirkan nanti. Ini lah muaranya yaitu angka stunting zero di Kota Batam,” imbuhnya.
Baca Juga: Kampanye Kesadaraan Kanker Payudara
Saat ini Batam sudah berhasil menekan angka stunting menjadi 2.4 persen. Pertengahan tahun lalu angka stunting masih menyentuh angka 3.8 persen. Artinya, upaya yang dilakukan tim pengentasan stunting cukup berhasil.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja tim yang sudah berkerja untuk mencapai hasil ini,” ungkap Amsakar.
Ia berharap semakin masifnya penyampaian, dan edukasi mengenai stunting dapat menekan angka menjadi nol kasus. Sehingga di 2045 mendatang, Indonesia bisa memiliki generasi emas.
Baca Juga: Konser Dewa 19, Obati Kerinduan Baladewa dan Baladewi
“Ini lah tugas kita bersama. Bagaimana agar hal ini bisa terwujud. Lahirkan generasi sehat, dan bebas stunting. Makanya perlu edukasi sedini mungkin,” terangnya.
Menurut Amsakar mencegah lebih baik dari pada mengobati stunting. Deteksi dini akan membantu anak mendapatkan penanganan yang tepat, agar bisa tumbuh kembang dengan baik.
“Saya apresiasi petugas puskesmas, BKKBN, kader posyandu, dan tim pengentasan stunting Batam,” ujarnya.(*)
Reporter: Yulitavia



