Senin, 19 Januari 2026

Tingkat Pengangguran Terbuka Batam Turun, BPS: Fokus Selanjutnya Adalah Kualitas Pekerjaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Disnaker Batam menyelenggarakan program pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) bersertifikasi bagi tenaga kerja dan pencari kerja yang memiliki KTP Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Batam terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, angka TPT pada tahun 2024 diperkirakan berada di angka 7,68 persen, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya sebesar 8,14 persen.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa tren positif ini menjadi salah satu indikator pulihnya perekonomian Batam pascapandemi. “Jika kita bandingkan dengan tahun 2020 saat pandemi mulai melanda, TPT Batam saat itu mencapai 11,79 persen. Alhamdulillah, angkanya terus menurun setiap tahun,” ujarnya, Senin (23/6).

Ia menambahkan, angka TPT maupun data klasifikasi pekerja tersebut secara umum diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus setiap tahun. “Untuk tahun 2025, In Syaa Allah akan diadakan pada Agustus nanti,” ujar Eko.

Baca Juga: Kredit UMKM Tanpa Bunga Resmi Bergulir di Batam, Prioritaskan Warga Lokal

Secara rinci, TPT untuk laki-laki tahun 2024 diperkirakan berada pada angka 7,20 persen. Sementara untuk perempuan sedikit lebih tinggi di angka 8,49 persen. Menurut Eko, ini menunjukkan masih ada tantangan dalam menciptakan akses kerja yang setara bagi perempuan.

Meski angka pengangguran terus membaik, Eko mengingatkan bahwa fokus ke depan tidak hanya pada jumlah tenaga kerja yang terserap, tetapi juga kualitas dari pekerjaan yang tersedia.

“Data 2024 memperkirakan sebanyak 606.492 penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) di Batam bekerja. Dari jumlah tersebut, 518.336 orang merupakan pekerja penuh waktu, sedangkan sisanya atau 88.156 orang adalah pekerja tidak penuh waktu,” jelasnya.

Kelompok pekerja tak penuh waktu ini terbagi dalam dua kategori, yaitu pekerja paruh waktu sebanyak 67.974 orang, dan pekerja setengah pengangguran sebanyak 20.182 orang.

“Setengah pengangguran artinya mereka bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari tambahan pekerjaan. Ini menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan masih menjadi isu penting,” tegas Eko.

Baca Juga: Perkit Kepri Kutuk Penyiksaan ART di Batam: Ini Bukan Soal Asal-usul, Tapi Kemanusiaan

Ia berharap tren penurunan TPT bisa terus berlanjut di waktu-waktu mendatang, begitu pula dengan berkurangnya jumlah pekerja paruh waktu maupun setengah pengangguran.

“Penurunan pengangguran memang patut disyukuri, tapi kita juga ingin masyarakat bekerja secara layak dan optimal. Kesejahteraan tak hanya soal bekerja, tapi juga bagaimana kualitas kerja itu sendiri,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update