
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menggencarkan strategi peningkatan daya saing pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui penguatan literasi branding. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelatihan desain kemasan produk, yang diharapkan mampu membuka jalan produk lokal menembus pasar nasional hingga global.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut bahwa sebuah kemasan kini bukan lagi pelengkap produk, melainkan bagian krusial dalam membangun identitas dan nilai jual.
“Packaging for branding bukan sekadar desain. Ia adalah wajah produk, bahkan bisa jadi penentu apakah produk laku atau tidak di pasaran,” katanya, Selasa (22/7).
Ada dua fokus utama yang disampaikannya. Pertama, pelatihan lanjutan bagi 20 pengrajin batik tulis dan cap. Kedua, pelatihan desain kemasan yang diikuti oleh 200 pelaku IKM dan UKM baru, dari total 2.280 yang dibina Pemko Batam.
IKM dan UKM harus segera bertransformasi dari pola produksi konvensional ke pendekatan berbasis strategi pasar. “Kita sudah punya banyak produk bagus, tapi sering tertahan karena tampilan luar yang tidak meyakinkan. Padahal, konsumen hari ini membeli dengan mata sebelum merasakan produk,” tambahnya.
Menurutnya, tren konsumen global menunjukkan bahwa visual dan kemasan sangat berpengaruh dalam menciptakan persepsi kualitas. Oleh karena itu, pelaku IKM perlu membangun narasi merek melalui desain yang kuat, informatif, dan menggugah rasa percaya pembeli.
Sementara, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menyampaikan kontinuitas pelatihan yang mesti digalakkan, khususnya untuk pelaku usaha pemula.
“Kita ingin para pelaku IKM tidak hanya kreatif, tapi juga memahami prinsip dasar pemasaran modern. Mulai dari warna, font, sampai cerita di balik produk mereka,” ujarnya.
Pemko Batam, lanjutnya, telah menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung langkah ini. Salah satunya adalah akses pembiayaan hingga Rp20 juta tanpa agunan dan bunga, agar pelaku usaha bisa segera menerapkan hasil pelatihan ke lini produksi mereka.
Bagi pemerintah, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam penyerapan tenaga kerja serta penguatan ekonomi keluarga di tingkat akar rumput.
“Ini bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan yang kami perjuangkan,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna



