Sabtu, 10 Januari 2026

TNI AU Gelar Mancing Ngarong ke-5 di Pantai Camar, Teluk Mata Ikan

Rangkaian Hari Bakti, Perkuat Kebersamaan Lewat Tradisi Laut

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Letkol Pnb Hendro Sukamdani bersama Walikota Batam Amsakar Achmad dalam Hari Bakti TNI AU di Batam. 

batampos – Dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-78, Lanud Hang Nadim Batam menggelar lomba Mancing Ngarong ke-5 di Pantai Camar, Teluk Mata Ikan, Minggu (20/7).

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi bentuk nyata TNI AU hadir dan menyatu bersama masyarakat pesisir.

Dengan semangat Hari Bakti TNI AU yang bertema “Meneladani Semangat Juang Para Pendahulu, TNI AU Siap Mewujudkan Angkatan Udara yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis Menuju Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa kerja bersama membuahkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mancing Ngarong ke-5 diikuti 130 peserta lintas usia dan gender. “Ada sekitar 15 ibu-ibu yang ikut. Peserta paling muda berusia 15 tahun, yang tertua 60 tahun.

Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, mengatakan kegiatan tersebut hasil kolaborasi antara Lanud Hang Nadim dan masyarakat Kelurahan Sambau serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.

“Kami ingin Hari Bakti TNI AU tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain lomba mancing, TNI AU juga menggelar bakti sosial berupa pembagian ratusan paket sembako, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian bantuan kepada sopir taksi bandara dan kelompok tani binaan di kawasan Botania.

“Kami ingin citra wisata Pantai Camar ini makin dikenal luas. Pasirnya putih dan bersih, kalau bukan kita yang ekspos, siapa lagi?” ujar Hendro.

Ia berharap Mancing Ngarong bisa masuk dalam kalender resmi kegiatan Pemko Batam tahun depan.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengaku kagum dengan penyelenggaraan kegiatan yang ia sebut sebagai yang paling hebat dan heboh sepanjang pelaksanaan Mancing Ngarong.

“Tahun ini paling dahsyat! Karena digelar TNI AU, Ini bukti kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. Semua kompak, dan ini luar biasa,” katanya.

Menurut Amsakar, pembangunan Batam tak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Semua harus bergandengan tangan.

“Hari ini adalah manifestasi konkret dari semangat kolektivitas. Tidak bisa lagi Iron Man, Spiderman, atau Batman bekerja sendiri, semua butuh kolaborasi,” ujar Amsakar disambut gelak tawa peserta.

Ia juga memuji kekhasan tradisi Mancing Ngarong yang dilakukan dengan kaki masuk ke laut, joran di tangan, dan umpan seadanya seperti pumpun atau sotong.

“Saya pernah lakukan ini waktu kecil di kampung. Ikan yang didapat kadang cuma tokak, tapi semangatnya luar biasa,” kenangnya.

Ketua Pokdarwis Teluk Mata Ikan, Andi Mazlan, menyebut lomba tahun ini diikuti 130 peserta dari berbagai daerah, termasuk Tanjungbalai Karimun, Tanjungpinang, dan bahkan dari Singapura. “Awalnya ada 300 pendaftar, tapi yang hadir 130 orang karena beberapa ada kegiatan lain. Tahun depan kalau jadwal sudah ditetapkan Pemko, pasti akan lebih ramai,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan langsung Pemko Batam dan Lanud Hang Nadim adalah titik terang dari mimpi masyarakat lokal selama lima tahun terakhir.

“Kami ingin agar kampung kami dikenal sebagai destinasi wisata. Dengan dukungan seperti ini, harapan itu makin nyata,” ungkapnya.

Mancing Ngarong di Nongsa adalah tradisi memancing khas pesisir yang dilakukan dengan cara unik—berdiri langsung di lumpur atau air dangkal sambil menggunakan joran tradisional. Lebih dari sekadar lomba memancing, kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta sarana promosi wisata bahari Kota Batam, khususnya kawasan Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa.

Dengan dukungan pemerintah dan institusi seperti TNI AU, Mancing Ngarong kini berkembang menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas lokal, menggairahkan ekonomi masyarakat, serta mempererat sinergi antara warga, pemerintah, dan aparat negara. Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong dan nilai-nilai kebudayaan Melayu yang hidup di tengah masyarakat Batam. (*)

Reporter: Yashinta

Update