batampos– Kecelakaan laut yang menewaskan tiga anggota tim sepak bola dari Pulau Nenek kembali menyisakan duka dan keprihatinan mendalam.
Long boat yang mengangkut 13 orang tersebut terbalik dihantam gelombang tinggi saat dalam perjalanan menuju Pulau Setokok untuk mengikuti pertandingan persahabatan antarpulau.
Tokoh masyarakat Pulau, Hasim angkat bicara terkait insiden yang terjadi di Perairan Selat Nenek, Rabu (25/6) sore tersebut. Ia menilai, musibah itu seharusnya bisa dicegah apabila keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelayaran.
“Kita semua ikut berduka, tapi ini juga harus menjadi pelajaran penting bagi masyarakat pulau. Jangan sampai ada korban lagi hanya karena mengabaikan keselamatan,” ujarnya saat dikonfirmasi Batam Pos terkait kecelakaan itu.
Ia juga secara terbuka mengkritik penggunaan long boat yang kelebihan muatan. Boat kecil yang semestinya hanya memuat beberapa orang, justru diisi hingga 13 penumpang tanpa memperhatikan kapasitas dan faktor keselamatan.
“Orang pulau tahu semua kapasitas boat itu. Sekecil itu diisi 13 orang. Ini over limit. Apalagi mereka menyeberangi laut yang bisa tiba-tiba bergelombang. Kasihan mereka yang tak bisa berenang. Kalau terjadi insiden, nyawa jadi taruhan,” katanya.
BACA JUGA:Â Korban Terakhir Long Boat Tenggelam di Selat Nenek Teridentifikasi, Operasi SAR Resmi Dihentikan
Ia mengungkapkan bahwa dirinya ikut terlibat dalam proses pencarian korban bersama warga lainnya, termasuk memberikan dukungan logistik seperti bahan bakar selama pencarian berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi evaluasi serius.
“Saya ikut pencarian. Anggaran minyak juga kita yang dukung. Tapi masyarakat juga harus ditegur. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang. Ini bukan yang pertama, dan sudah memakan korban jiwa. Biar ke depan semua orang lebih hati-hati. Jangan seenaknya lagi,” tuturnya.
Insiden tenggelamnya long boat tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kapal yang mengangkut 13 orang rombongan tim sepak bola dari Pulau Nenek dihantam gelombang tinggi saat melintas di Selat Nenek menuju Pulau Setokok. Informasi awal diterima oleh Basarnas dari perangkat Desa Setokok, Zamri, pada pukul 17.50 WIB. Lokasi kejadian diketahui berada di koordinat 00°54’38” LU dan 104°01’47” BT, sekitar 26 kilometer dari Pos SAR Batam.
Pencarian korban dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama warga dan nelayan sekitar. Dari 13 penumpang, 10 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara tiga lainnya ditemukan meninggal dunia.
Ia berharap insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh warga pulau agar tidak lagi mengabaikan aspek keselamatan ketika melakukan perjalanan laut, terutama menggunakan sarana transportasi yang tidak layak.
“Tolong ini jadi pelajaran untuk semua. Keselamatan jangan dianggap sepele, karena yang dipertaruhkan adalah nyawa,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga



