Sabtu, 24 Januari 2026

Tommy Purniawan Kembali Jabat Ketua PFI Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) periode 2025–2028 di Batam, Selasa (2/9).

batampos – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) periode 2025–2028 di Batam, Selasa (2/9). Dalam forum tersebut, Tommy Purniawan, calon tunggal dipilih sebagai Ketua PFI Kepri untuk menahkodai organisasi pewarta foto di daerah ini. Ia mengantikan Teguh Prihatna yang menjabat sebagai Ketua PFI Kepri sebelumnya.

Kehadiran PFI Kepri diyakini mampu menjadi ruang bersama sekaligus rumah besar bagi para jurnalis lensa di Batam maupun Kepulauan Riau. Organisasi ini juga diharapkan semakin memperkuat peran foto jurnalistik dalam mewarnai pemberitaan media dan ruang digital.

Dewan Penasehat PFI Kepri, Yusuf Hidayat, menyebut PFI memiliki posisi sejajar dengan organisasi pers lain seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), maupun Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

“Kemarin saudara Tommy dan Icank (pengurus) sudah ke Jakarta, dan alhamdulillah mendapat mandat untuk menghidupkan kembali PFI Kepri. Insyaallah mulai hari ini kami bergerak, terutama mengurus administrasi agar organisasi ini eksis dengan kuat,” kata Yusuf usai Musda.

Ia menegaskan, keberadaan PFI Kepri menjadi energi baru bagi pewarta foto di daerah. Ia berharap semangat batu bisa kembali memajukan PFI Kepri.

“Semoga semangat teman-teman kembali menggelora dan karya foto jurnalistik bisa semakin memperkaya khasanah media di daerah kita maupun ruang-ruang digital,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, PFI Kepri akan fokus pada peningkatan kompetensi anggota. Salah satunya dengan mengirim perwakilan untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di berbagai daerah, baik di Sumatera maupun Jawa.

Selain itu, program kaderisasi atau PPDP (Pengembangan dan Pembinaan Diri Pewarta) juga menjadi prioritas. Program ini ditujukan untuk fotografer pemula agar memiliki pemahaman dasar fotografi sekaligus etika jurnalistik sejak dini.

“Kami akan masuk ke sekolah, kampus, dan komunitas untuk memberikan pelatihan. Jadi tidak hanya teori fotografi, tapi juga bagaimana kode etik jurnalistik diterapkan,” jelas Yusuf.

Menurutnya, calon pewarta foto penting memahami fondasi teknis dan etika agar karya yang dihasilkan tidak sekadar bernilai estetika, tetapi juga sesuai kaidah jurnalistik. “Sehingga ketika mereka bekerja, baik di komunitas maupun di media, sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PFI Kepri terpilih, Tommy Purniawan, menyatakan pihaknya akan segera menjalankan program nyata. Ia menyebut pameran foto, workshop, hingga kolaborasi dengan media lokal sebagai agenda awal kepengurusannya.

“Dalam waktu dekat kami mulai dengan program sederhana tapi berdampak besar. Targetnya, PFI Kepri benar-benar menjadi wadah profesional bagi pewarta foto dan memberi manfaat luas,” tutup Tommy. (*)

Reporter: Yashinta

Update