Senin, 26 Januari 2026

Transaksi QRIS di Kepri Melejit, Setengah Tahun Tembus Rp4,14 Triliun

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan layanan QRIS saat berbelanja makanan di kawasan Harbourbay. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Lonjakan transaksi digital melalui QRIS di Kepri terus mencatat rekor. Baru setengah tahun berjalan, nilai transaksi sudah menembus Rp4,14 triliun, mendekati total capaian sepanjang 2024.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, mengatakan sepanjang 2024 volume transaksi QRIS di wilayahnya tumbuh 117 persen dengan nilai mencapai Rp5,01 triliun. BI Kepri pun optimistis angka tersebut akan melampaui Rp6 triliun pada akhir 2025.

“Sementara pada awal 2025 hingga pertengahan tahun, nilai transaksi sudah menembus Rp4,14 triliun,” katanya, Senin (11/8).

Melihat tren yang terus menguat, dia yakin target transaksi tahun ini akan melampaui capaian tahun lalu. Dari 9 juta transaksi pada 2024, BI menargetkan jumlahnya dapat menembus 50 juta transaksi pada 2025.

Menurutnya, digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, untuk mengakses layanan keuangan. Kemudahan ini mendorong perputaran uang di sektor riil lebih cepat dan efisien.

Tak hanya di dalam negeri, transaksi lintas negara melalui QRIS juga terus meningkat, terutama dengan Malaysia dan Singapura. Pada 2024, transaksi QRIS dengan Malaysia tercatat 7,83 juta kali. Tahun ini, hingga pertengahan tahun, jumlahnya sudah mencapai 9,6 juta transaksi.

Sementara untuk Singapura, dari 1,8 juta transaksi pada 2024, kini sudah naik menjadi 2,83 juta transaksi. Pertumbuhan ini disebut sebagai indikasi kuat bahwa wisatawan mancanegara semakin nyaman menggunakan QRIS saat berbelanja dan berwisata di Kepri.

Pihaknya tengah menyiapkan perluasan kerja sama pembayaran digital ke negara lain. “Kami sedang menjajaki dengan Thailand dan Arab Saudi. Kami optimis ini akan membuka peluang besar bagi sektor pariwisata, kuliner, dan industri kreatif di Kepri,” tambahnya.

Ia menilai, integrasi pembayaran lintas negara akan menjadi katalis positif untuk menarik kunjungan wisatawan. Kemudahan pembayaran ini akan membuat wisatawan semakin nyaman berbelanja, berkuliner, dan menikmati Kepri.

BI Kepri juga mendorong pelaku usaha untuk segera mengadopsi QRIS agar tidak tertinggal dari tren digitalisasi. Dengan perkembangan yang begitu cepat, BI yakin QRIS akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah di tahun-tahun mendatang. (*)

Reporter: Arjuna

Update