
batampos – Ruas jalan Trans Barelang yang sempat terganggu akibat genangan lumpur masih padat dengan aktifitas kendaraan proyek. Truk pengangkut tanah masih bebas hilir mudik di sepanjang lokasi jalan tersebut. Truk-truk ini bahkan masih menumpahkan material tanah ke atas jalan sehingga berpeluang untuk kembali becek saat hujan.
Harapan warga agar kendaraan proyek yang berdampak dengan kelancaran arus lalulintas di jalan umum ditertibkan belum dipenuhi pemerintah.
Baca Juga: Aktivitas Truk Tanah Kotori Jalan Menuju Bengkong
“Karena sudah berulang kali kita komplain tapi tak pernah ada tindak lanjut. Jalan di Batuaji dan Sagulung ini rusak memang karena truk-truk pengangkut tanah itu. Setiap hari, setiap saat puluhan truk ini hilir mudik di sepanjang jalan utama. Apa tak rusak jalan -jalan ini. Tengok lah depan SP Plaza itu sudah hancur total, tapi itu tadi tak ada tindakan dari Polisi ataupun Dishub,” ujar Riswandi, warga perumahan Taman Cipta Asri, Sagulung.
Tak hanya di Batuaji dan Sagulung, aktifitas pengangkutan tanah ke Seinayon, Bengkong menuai protes dari warga dan pengguna jalan yang sering melewati jalan ke arah Bengkong.
Baca Juga: Ini Tarif Tiket Kapal Pelni dari Batam Setelah Kenaikan Harga BBM
Pasalnya, tanah yang diangkut dengan truk berceceran ataupun tanah yang menempel di ban truk ini mengotori jalanan.
Akibat dari tanah yang berceceran, sepanjang jalan dari Bundaran Madani ke arah Bengkong menjadi berdebu jika cuaca panas dan becek ketika diguyur hujan. (*)
Reporter : Eusebius Sara



