
batampos – Universitas Internasional Batam (UIB) menggelar Program Pengenalan Kehidupan Kampus (P2K2) 2025 yang diikuti 1.425 mahasiswa, Sabtu (23/8). Acara tahunan ini dihadiri Rektor UIB Dr Iskandar Itan, pengurus Yayasan Marga Tionghoa Indonesia (YMTI) Batam, para guru besar, serta Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Dengan mengusung tema “Building an Impact Generation: Innovative, Collaborative, and Impactful Campus”, kegiatan ini dirancang sebagai ajang transisi bagi mahasiswa dari masa sekolah menuju dunia perguruan tinggi.
Rektor UIB, Dr Iskandar Itan menyampaikan pentingnya P2K2 sebagai langkah awal membekali mahasiswa agar siap bersaing. “Program ini kami laksanakan setiap tahun menjelang awal semester. Tujuannya membimbing mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan kehidupan kampus, memanfaatkan fasilitas, serta mengasah potensi agar siap menghadapi dunia usaha maupun dunia kerja,” ujarnya.
Tahun ini, total peserta mencapai 1.425 mahasiswa, terdiri dari 1.135 mahasiswa baru serta 290 mahasiswa angkatan sebelumnya yang belum sempat mengikuti P2K2. Seluruh program studi di UIB terlibat aktif dalam kegiatan ini.
UIB juga menghadirkan berbagai program unggulan, termasuk fast track, beasiswa, hingga fasilitas akademik dan nonakademik yang mendukung kreativitas mahasiswa. “Harapan kami, sebelum lulus bahkan saat masih kuliah, mahasiswa sudah mampu mengembangkan usaha atau memiliki modal bersaing di dunia kerja,” tambah Iskandar.
Sementara itu, Ketua YMTI Batam, Soehendro Gautama memaparkan rencana pengembangan kampus UIB. Menurutnya, UIB akan membuka Fakultas Kedokteran pada tahun 2026. Sementara pada tahun ini telah di buka Fakultas baru yaitu Fakultas Kesehatan dan Sains.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan sebagai indikator kemajuan bangsa. “Pembangunan manusia selalu diukur dari tiga parameter: kesehatan, pendidikan, dan pendapatan per kapita. Pendidikan adalah kunci dalam membentuk generasi unggul. Saya berterima kasih kepada UIB yang terus berkontribusi mendidik dan mencetak generasi hebat untuk Batam,” ujarnya.
Amsakar juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para mahasiswa baru melalui sesi tanya jawab mengenai perkembangan Kota Batam, khususnya sektor pendidikan dan infrastruktur. Di akhir kegiatan, ia memotivasi mahasiswa agar giat belajar serta memanfaatkan setiap peluang yang diberikan kampus.
UIB tidak hanya bicara soal teori. Kampus ini mendorong mahasiswanya untuk terjun langsung ke lapangan lewat program kewirausahaan, kolaborasi industri, hingga proyek sosial masyarakat. Targetnya, mahasiswa sudah punya pengalaman, jaringan, bahkan usaha sendiri sebelum wisuda.
Dengan semangat baru, visi tajam, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta yayasan, UIB menegaskan diri sebagai kampus masa depan. Bukan sekadar mencetak sarjana, tapi membangun generasi berdampak. (*)
Reporter: Aziz Maulana



