
batampos – Program pinjaman modal usaha tanpa bunga dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam disambut antusias oleh pelaku usaha mikro. Namun, tahapan verifikasi yang ketat membuat pencairan kredit berjalan lambat. Hingga 31 Juli 2025, tercatat sudah 653 pengajuan masuk ke Bank Tabungan Negara (BTN), tetapi baru 9 pelaku usaha yang berhasil menandatangani akad kredit.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, menjelaskan, seluruh pengajuan yang masuk harus melalui proses verifikasi menyeluruh. Tahapan ini meliputi pengecekan Nomor Induk Berusaha (NIB), alamat usaha, kesesuaian jenis usaha, hingga riwayat pinjaman melalui BI Checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
“Proses verifikasi memang harus dilakukan detail agar pinjaman benar-benar tepat sasaran. Jadi tidak bisa langsung akad kredit,” kata Salim, Rabu (27/8).
Baca Juga: Rumah Lunas Ditempeli Stiker Kredit Macet, Warga Batam Geram: “Saya Dipermalukan!”
Menurutnya, meski baru sebagian kecil yang sudah mendapat pencairan, tingginya jumlah pengajuan menunjukkan program subsidi bunga nol persen ini sangat dibutuhkan.
“UMKM di Batam, terutama sektor kuliner dan jasa, paling banyak mengajukan. Dua sektor ini memang paling dominan,” tambahnya.
Program pinjaman ini memungkinkan pelaku usaha memperoleh modal hingga Rp20 juta dengan tenor pengembalian maksimal dua tahun, tanpa beban bunga karena disubsidi pemerintah. Syaratnya relatif sederhana, cukup memiliki KTP Batam, NIB dengan klasifikasi usaha mikro, serta tidak berstatus sebagai ASN, TNI/Polri, maupun karyawan BUMN dan BUMD.
Salim menegaskan, pihaknya meminta BTN untuk memberikan laporan perkembangan secara rutin setiap bulan.
“Terakhir kami terima laporan 31 Juli, dan untuk update selanjutnya kami minta kembali per 31 Agustus. Dengan begitu, kami bisa memantau progres di lapangan,” jelasnya.
Melalui program ini, Pemko Batam berharap pelaku usaha kecil memiliki akses modal yang lebih mudah dan murah. Tambahan modal tersebut diharapkan bisa digunakan untuk pengembangan usaha, seperti menambah peralatan produksi, memperluas pasar, hingga meningkatkan daya saing.
“Kami ingin program ini menjadi stimulus ekonomi agar UMKM di Batam bisa naik kelas. Modal usaha yang terjangkau akan membantu mereka bertahan sekaligus berkembang di tengah ketatnya persaingan,” tutup Salim. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



