Sabtu, 24 Januari 2026

UMKM Batam Serbu Pinjaman Mikro Tanpa Bunga, Pemko Kucurkan Modal Ringan Dua Skema

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Aneka makanan dan minuman ditawarkan pelaku UMKM di Bazar makanan dan minuman di Dataran Engku Putri Batamcenter. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Sejak diluncurkan akhir Juni 2025, program pinjaman mikro tanpa bunga yang digagas Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) langsung diserbu pelaku usaha. Hingga akhir bulan itu, tercatat 575 pelaku usaha mengajukan pinjaman ke Bank Tabungan Negara (BTN), dengan 18 di antaranya sudah lolos proses verifikasi.

Program ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan tambahan modal. Melalui skema kerja sama dengan BTN, pelaku usaha bisa mengakses pinjaman hingga Rp20 juta dengan tenor dua tahun. Menariknya, pengembalian hanya mencakup pokok pinjaman karena bunga 6 persen sudah ditanggung Pemko Batam lewat subsidi senilai Rp3,6 miliar.

“Ini kesempatan besar bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan usahanya. Skemanya ringan dan mudah diakses,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, Salim, Sabtu (27/9).

Antusiasme pelaku usaha cukup tinggi. Meski baru berjalan sebulan, ratusan pengajuan sudah diterima BTN. Sementara itu, berkas untuk periode Juli masih dalam proses pemeriksaan sebelum diputuskan lolos atau tidak.

“Antusias masyarakat tinggi, sudah lebih dari 500 UMKM yang mengajukan pinjaman,” Katanya.

Menurut Salim, program ini memang didesain untuk mempermudah UMKM mendapatkan modal. Proses verifikasi tetap dijalankan agar dana benar-benar disalurkan ke pelaku usaha produktif, bukan untuk kepentingan konsumtif.

Selain pinjaman mikro tanpa bunga, Pemko Batam juga mengelola dana bergulir internal. Skema ini menawarkan bunga rendah 4 persen per tahun, dengan tenor hingga lima tahun. Plafon maksimalnya Rp150 juta untuk pelaku usaha mikro dan Rp300 juta untuk koperasi.

Hingga Juli 2025, realisasi dana bergulir telah mencapai Rp2,07 miliar. Dana tersebut tersalurkan ke 19 pelaku usaha mikro dan satu koperasi yang dinilai layak menerima pembiayaan.

Salim menambahkan, sektor prioritas menjadi sasaran utama program ini. Bidang kuliner, industri rumah tangga, hingga kerajinan tangan diharapkan bisa lebih berkembang melalui akses pembiayaan yang lebih mudah.

“Dana Rp3 miliar masih tersedia untuk mendukung pembiayaan premi pinjaman. Silakan datang ke Diskum Batam atau langsung ke BTN untuk informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Dengan dukungan dua skema pembiayaan ini, Pemko Batam optimistis UMKM akan lebih kuat dan mampu menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapannya, program ini bisa membantu meningkatkan ekonomi di Kota Batam,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update