
batampos – Upacara 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam yang biasa digelar di Dataran Engku Putri, kali ini digelar di Lapangan Mako Lanud Hang Nadim, Selasa (17/6). Upacara rutin ini digelar sebagai bentuk kolaborasi antar-instansi di bawah komando Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.
Inspektur Upacara, Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas daerah. Terlebih, Batam sebagai kawasan strategis nasional dan pintu gerbang Indonesia di perbatasan, harus dijaga bersama oleh seluruh elemen.
“Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah sangatlah penting. Semua harus terus menjaga stabilitas keamanan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memastikan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hendro.
Hendro menyampaikan bahwa bagi TNI AU, momen seperti ini menjadi ajang silaturahmi dan juga bentuk perhatian dari pemimpin daerah terhadap kondisi satuan.
“Dengan kegiatan seperti ini, membangun suasana kekeluargaan. Ujungnya adalah kolaborasi, sinergi, dan gotong royong membangun Batam,” ujarnya.
Sementara, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyambut baik inisiatif penyelenggaraan upacara yang digilir antarinstansi, karena diyakini mampu mempererat hubungan Forkopimda secara lebih humanis.
“Kalau digelar di Pemko suasananya cenderung formal. Tapi kalau bergantian ke satuan-satuan, nuansanya beda. Ada kekeluargaan, ada rasa kebersamaan. Di situlah makna sinergi itu terbangun,” kata Amsakar.
Ia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan saat ini adalah sinergi, kolaborasi, harmoni, dan sinkronisasi lintas sektor. Prinsip itu pula yang menjadi semangat dalam pelaksanaan upacara 17 hari bulan kali ini.
“Kalau semua satuan dan instansi sudah saling mendukung dan bergerak bersama, insyaallah tak ada pekerjaan yang terasa berat,” tambahnya.
Upacara rutin tiap bulan dirancang bergilir oleh Forkopimda Batam, agar setiap instansi bisa saling mengunjungi dan menunjukkan dukungan terhadap satuan lainnya. Selain formal, suasana yang diciptakan menjadi lebih cair dan bersahabat.
“Sinergi yang terbangun ini diharapkan menjadi modal sosial untuk memperkuat kebersamaan dalam menjaga Batam tetap kondusif, kompetitif, dan terus maju sebagai di kawasan perbatasan,” tegasnya. (*)
Reporter: Yashinta



