
batampos – Distribusi air bersih di Batam jadi masalah yang tak pakai sudah. Kepala daerah pun memfokuskan hal tersebut agar segera dibenah.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyampaikan komitmen tersebut. Ia bakal menata ulang sistem pelayanan air guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal.
Pihaknya segera mengevaluasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BP Batam dan PT Moya selaku operator distribusi air di Batam. Langkah ini diambil guna mengidentifikasi dan memperbaiki hambatan dalam pelayanan air bersih.
“Segera akan kita benahi kontrak kerja PKS antara BP Batam dengan PT Moya supaya pelayanan air lebih baik. Semua kontrak kerja akan kita tinjau, mana yang menjadi hambatan akan kita benahi,” kata Amsakar, Jumat (14/3).
Persoalan distribusi air bersih di Batam memang jadi masalah menahun sejak pindah tangan pengelola dari PT ATB ke PT Moya. Sejumlah wilayah mengalami gangguan suplai air akibat tekanan yang tidak mencukupi, terutama di daerah dengan elevasi tinggi.
Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan kapasitas jaringan pipa serta fluktuasi pasokan air dari waduk ke instalasi pengolahan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa pihaknya kini fokus mengatasi permasalahan ini dengan turun langsung ke masyarakat.
“Saat ini yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana mengatasi permasalahan ini terlebih dahulu. Kami akan langsung turun ke masyarakat untuk memastikan pelayanan air bisa segera tersedia dengan baik,” kata dia.
Ia menjelaskan, faktor utama penyebab gangguan distribusi adalah kondisi topografi Batam yang menyebabkan tekanan air tidak cukup untuk menjangkau titik-titik tertentu. Selain itu, kapasitas produksi air yang menurun akibat fluktuasi kondisi air di waduk dan instalasi pengolahan juga menjadi tantangan tersendiri.
BP Batam bersama PT Moya kini tengah mengupayakan berbagai langkah perbaikan, termasuk optimalisasi jaringan pipa dan peningkatan kapasitas produksi. (*)
Reporter: Arjuna



