
batampos – Suasana duka masih menyelimuti kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard di Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (15/10/2025), usai tragedi ledakan kapal Federal II yang menewaskan sepuluh pekerja. Namun, di tengah kepulan asap sisa kebakaran dan garis polisi yang masih membentang, aktivitas di sejumlah proyek kapal lain tampak tetap berjalan.
Seluruh jenazah korban meninggal telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang membenarkan, proses identifikasi dan pemeriksaan forensik masih berlangsung. “Semua korban meninggal sudah kami bawa ke RS Bhayangkara. Tim forensik tengah bekerja untuk memastikan identitas dan penyebab pasti kematian,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, tim gabungan dari Polsek Batuaji dan Satreskrim Polresta Barelang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Area sekitar kapal Federal II ditutup total untuk mencegah masuknya pihak yang tidak berkepentingan. “Petugas masih melakukan penyelidikan. Area kami amankan penuh sampai penyebab pasti ledakan diketahui,” tegas AKP Bimo.
Baca Juga: Seluruh Jenazah Korban Ledakan Kapal Federal II Dievakuasi ke RS Bhayangkara
Pantauan di lapangan menunjukkan, petugas kepolisian masih berjaga di sekitar kapal yang hangus terbakar. Garis polisi tampak melingkari area utama, sementara sejumlah pekerja hanya menonton dari kejauhan, menunggu arahan lanjutan dari manajemen perusahaan. Di sisi lain, aktivitas proyek lain di galangan tetap berjalan dengan pengawasan ketat.
“Yang lain tetap kerja, cuma kapal Federal II yang berhenti total,” kata Amri, salah seorang pekerja di PT ASL Shipyard. Ia mengaku suasana sempat panik sesaat setelah ledakan subuh tadi, namun pihak perusahaan meminta sebagian pekerja tetap melanjutkan pekerjaan di area yang dinyatakan aman.
Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin bersama Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses olah TKP berjalan aman. “Petugas masih bekerja di area kapal Federal II. Aktivitas pekerja lain kami perbolehkan terbatas dengan pengawasan ketat,” jelas Irjen Asep.
Ia menambahkan, penyelidikan fokus pada tangki bawah kapal yang diduga menjadi sumber ledakan. Pemeriksaan terhadap sisa bahan minyak dan sistem keamanan kerja di kapal akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa. “Keselamatan pekerja adalah prioritas utama. Kami tidak ingin ada korban tambahan,” tegasnya.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu menimbulkan suara dentuman keras yang terdengar hingga luar area galangan. Api dengan cepat membesar karena sisa bahan minyak di tangki, menyebabkan sejumlah pekerja tidak sempat menyelamatkan diri. Sejumlah korban lainnya kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Meski aktivitas galangan perlahan kembali berjalan, suasana duka masih terasa. Beberapa rekan korban tampak menunduk haru, mengenang teman-teman mereka yang tewas dalam tugas. “Kami berharap ada perhatian lebih dari perusahaan soal keselamatan kerja. Ini bukan kejadian pertama,” ujar seorang pekerja yang enggan disebut namanya.
Tragedi kapal Federal II ini menjadi insiden kedua di PT ASL Shipyard dalam kurun lima bulan terakhir, menimbulkan keprihatinan besar terhadap standar keselamatan kerja di industri galangan kapal Batam. Aparat kepolisian berjanji akan mengusut tuntas penyebab ledakan, sementara publik menunggu langkah nyata pemerintah dan perusahaan untuk memastikan tragedi serupa tak terulang lagi. (*)
Reporter: Eusebius Sara



