
batampos – Usai penetapan upah minimum kota (UMK), Kota Batam diprediksi masih menjadi tujuan bagi pencari kerja (Pencaker). Hal ini karena UMK Batam masih tertinggi untuk wilayah Sumatera dan termasuk yang tertinggi di Indonesia.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menetapkan UMK Batam sebesar Rp4,5 juta di tahun 2023 mendatang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan pertimbangan Batam masih manis untuk pencaker adalah soal upah.
Baca Juga: Warga Minta Pekerjaan Proyek Apartemen PT Ciputra Batam Dihentikan, Ini Sebabnya
Namun demikian, ia menyampaikan kalau kondisi Batam saat ini masih terbilang aman untuk industri. Pencaker yang ingin ke Batam ditantang untuk memenuhi syarat dan kebutuhan industri yang ada di Batam.
“Kalau bisa bekali diri dulu. Miliki skill yang dibutuhkan karena datang tanpa skill akan sulit mendapatkan lapangan pekerjaan. Karena pencaker Batam juga banyak. Sehingga daya saing pasti lebih tinggi,” kata Rudi, Senin (12/12).
Rudi menyebutkan industri galangan dipastikan masih membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Selain itu ada juga sektor industri kawasan seperti manufaktur.
Sektor lainnya yang juga diprediksi kembali menggeliat adalah pariwisata. Terus membaiknya sektor wisata diharapkan bisa menyerap pencari kerja di Batam.
Baca Juga: Citilink Layani Penerbangan Batam-Silangit pada Senin dan Jumat
Menurutnya, sektor UMKM juga mengalami peningkatan. Hal ini karena didorong semakin membaiknya ekonomi di Batam.
Lanjutnya, untuk memperkecil persaingan pencaker diimbau untuk membekali diri dengan keahlian yang dibutuhkan di Batam. Menurut Rudi, sebelum ke Batam upayakan mencari lowongan pekerjaan terlebih dahulu.
“Sekarang daftar kerja sudah online. Jadi bisa diakses dari tempat asal. Sehingga ketika tiba di Batam pekerjaan sudah ada, sehingga tidak menambah angka pengangguran,” sebutnya.
Rudi mengungkapkan untuk meningkatkan keahlian pencaker lokal, pihaknya akan menggelar kerja sama dengan perusahaan terkait serapan tenaga kerja.
Baca Juga: ITEBA Batam Wisuda 46 Mahasiswa Angkatan Pertama
Pelatihan yang digelar nanti akan menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga usai mengikuti pelatihan, perusahaan langsung rekrut pencaker yang sudah ikut pelatihan.
“Ini biar pelatihan itu maksimal dampaknya. Jadi jangan sampai mereka ikut pelatihan, namun masih sulit cari kerja. Ini juga akan kami evaluasi. Berdasarkan job fair kemarin itu, jad ada bahan evaluasi dalam pelatihan pencaker tahun 2023 mendatang,” ungkapnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



