Kamis, 15 Januari 2026

Vasektomi, Bukti Sayang Suami kepada Istri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, Msi (F. Putut Ariyo / Batam Pos)

batampos – Kok bisa?! Vasektomi adalah salah satu cara ber-KB yang pas untuk pria dalam hal ini adalah suami. Ada dua metode, KB untuk pria, menggunakan kondom dengan alat kotrasepsi disebut, kondom juga. Satu lagi metote adalah metode operasi pria (MOP), caranya dengan vasektomi.

Vasektomi dianggap paling efektif sebab memang tidak berisiko. Proses vasektomi sangatlah singkat. Tidak perlu dilakukan dengan sebuah operasi. Dokter hanya memutus saluran sperma (Vasdeferen) lalu mengikatnya. Saluran ini kecil, hanya seukuran setengah pipet air mineral gelas. Prosesnya juga singkat, biasanya kurang dari 10 menit bagi dokter yang sudah familiar mengerjakan.

Program ini terus digesa oleh Kantor Perwakilan BKKBN Kepri. BKKBN Kepri senantiasa memromosikan program ini kepada masyarakat. Tahun ini, 2024, mereka mencai target, yakni 12 peserta vasektomi di Batam. Di Karimun ada 5 peserta. 1 peserta di Tanjungpinang dan 1 peserta juga di Bintan. Adapun di Natuna ada 1 pserta. Ada pun di Lingga dan Anambas belum ada.

Kami berbincang dengan Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina Msi. Sini, kami bocorin isi pembicaraan kami.

Rohina bersemangat menceritakan KB pria satu ini. Ia menggunakan frasa, “sayang istri” untuk mempersuasi Anda, para suami, untuk ikut program vasektomi.

“KB pria adalah pilihan tepat,” ucapnya bersemangat. Maksudnya adalah metode MOP atau Vasektomi. “Proses Vasektomi gampang dan cepat.”

Lalu ia membandingkan dengan MOW, metode operasi wanita, atau tubektomi. Proses MOW lebih lama yakni sekira 30 menit.

Faktanya, jumlah MOP dan MOW di Batam bagai langit dan bumi. Diatas sempat disinggung tahun ini ada 12 peserta MOP melalui BKKBN Kepri. Adapun untuk MOW, BKKBN mencatat ada 150 peserta untuk tahun 2024.

Kok bisa?!

Salah satu alasan sebab peran serta suami / pria belum banyak. “Seolah KB adalah urrusan wanita atau istri,” terang Rohina.

Sebab lain, adalah peran dokter kandungan. Dokter segera memberi tahu pasien / ibu melahirkan tentang kondisi kesehatan apabila mereka hamil lagi. Sehingga begitu mengetahu kondisi tersebut, pasien akan meminta untuk KB MOP, atau dalam bahasa sederhana steril atau tubektomi.

Alasan lain mengapa MOP rendah adalah masyarakat masih tabu membicarakan hal ini.

“Kalau kami, tidak boleh tabu membicarakan hal ini,” ingat Rohina.

BKKBN senantiasa melatih petugas lapangan untuk memromosikan program MOP. Mereka dengan lugas dan sopan menyampaikan kebaikan seorang suami melakukan MOP.
Rohina menambahkan, ”adalah tugas orangtua untuk menyiapkan anak menjadi anak-anak tangguh untuk meraih masa depan yang lebih baik.”

“Bila sayang istri, ber-KB,” kembali Rohina mengulangi pesannya. Yang ia maksud adalah jangan KB hanya jadi urursan istri.

Rohina mengingatkan pada satu titik bisa saja istri mengalami kendala untuk ber-KB. Misal, tekanan darah tinggi, diabet dan alasan medis lainnya. Lagi pula KB hormonal bisa mempengaruhi tubuh istri. Setidaknya mudah menjadi gemuk atau haid tidak lancar.

Angka 12 peserta MOP di Batam diatas adalah angka yang tercatat oleh BKKBN, bisa saja ada suami yang secara mandiri melakukan MOP. Suami bisa melaukan MOP secara mandiri di dokter spesialis urologi. Biayanya tidak kurang dari Rp 5 Juta. Bila ikut MOP melalui BKKBN semua biaya ditanggung, bahkan ada uang saku selama cuti kerja selama masa penyembuhan, 3 hari.

Lalu siapa saja suami yang melakukan MOP? Mereka adalah yang memiliki pikiran terbuka.

“Faktor pendidikan menjadi salah satu pendorong suami ikut MOP,” aku Rohina.

Faktor lain adalah ekonomi. Perpaduan dua hal ini membuat pasangan suami istri sadar dah mau ikut program MOP.

Program MOP memang perlu komitmen dari suami dan istri. BKKBN tidak akan melayani seorang suami untuk MOP tanpa izin dari istri. Sebelum melakukan MOP, keduanya harus menjalani konseliing. Setelah mantap barulah dilakukan MOP.

“Harus yakin dan percaya bahwa suami yang ikut MOP karena kesadaran dan sayang kepada keluarga,” tegas Rohina.

Rohina tidak menampik masih ada istri yang ragu ketika suami ikut program ini.

“Yakin dan percaya, ikut MOP,” pungkas Rohina. (*)

 

 

Update