
batampos – Vihara Budhi Bhakti, yang terletak di Jalan Pembangunan, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, tengah bersiap menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 29 Februari 2025. Berbagai hiasan khas Imlek telah dipasang untuk memeriahkan suasana perayaan.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan dupa raksasa telah dibakar di depan vihara, menebarkan aroma khas yang menambah kekhidmatan suasana. Berbagai kegiatan keagamaan juga mulai digelar, dengan banyaknya umat Tionghoa hadir untuk memanjatkan doa.
Koordinator Vihara Budhi Bhakti, Andris, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut perayaan Imlek tahun ini. “Setiap tahun kami menggelar sembahyang untuk berdoa kepada dewa,” ujarnya.
Baca Juga: Dialog Bersama Pemko dan BP Batam, Kadin Batam Bahas Arah Pembangunan Ekonomi 2025-2030
Dikatakannya, rangkaian acara dimulai dengan sembahyang bersama yang diadakan sebelum malam Tahun Baru Imlek, dilanjutkan dengan tradisi pemberian angpao kepada anak-anak, serta pagelaran seni budaya Tionghoa.
“Imlek bukan hanya momen untuk beribadah, tetapi juga untuk berkumpul dengan keluarga dan berbagi kebahagiaan. Kami ingin seluruh masyarakat, baik yang beragama Buddha maupun non-Buddha, dapat merasakan kebersamaan dalam perayaan ini,” tambah Andris.
Disinggung mengenai dupa atau hio, menurutnya dimiliki oleh perorangan hingga kelompok. Bakar dupa bertujuan membuang sial atau hal-hal buruk untuk keberuntungan kedepannya.
“Dupa itu biasa dibakar menjelang imlek, dimiliki perorangan hingga kelompok, tingginya berkisar satu meter hingga dua meter,” tegasnya.
Vihara Budhi Bhakti juga mengundang seluruh masyarakat Batam untuk hadir dan merayakan Tahun Baru Imlek dengan penuh sukacita. Ia memperkirakanan dua hari jelang Imlek Vihara akan ramai dikunjungi untuk bersembahyang kepada dewa.
“Kami terbuka untuk umum, agama lain yang ingin melihat silakan datang ke sini,” kata Andris.
Baca Juga: Partisipasi Pilkada Kepri 2024 Anjlok, Hanya 54 Persen
Sementara, Handoko, warga Baloi yang datang bersama keluarga mengaku datang untuk sembahyang. Selain itu untuk berdoa.
“Untuk sembahyang saja, datang bersama keluarga. Memang menjelang imlek kami ada doa khusus untuk para dewa,” tegasnya.
Perayaan Imlek di Indonesia dikenal dengan berbagai tradisi yang sarat makna. Salah satunya adalah membersihkan dan menghias rumah dengan ornamen berwarna merah, yang dipercaya dapat mengusir energi negatif dan mengundang keberuntungan.
Tradisi ini biasanya dilakukan sehari sebelum Imlek, karena membersihkan rumah pada hari Imlek dianggap dapat menghilangkan keberuntungan yang datang di tahun baru.
Selain itu, pemberian angpao, yaitu amplop merah berisi uang, merupakan tradisi yang sangat populer. Amplop ini biasanya diberikan oleh individu yang telah menikah kepada anak-anak atau mereka yang belum menikah sebagai simbol doa restu dan harapan baik.
Pertunjukan barongsai juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Tarian tradisional ini dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan. Suara keras dari petasan yang dinyalakan saat pertunjukan barongsai diyakini mampu mengusir energi negatif dan mengundang hal-hal baik di tahun yang baru.
Di Batam, perayaan Imlek selalu berlangsung meriah, dengan ribuan umat Buddha memadati vihara untuk sembahyang dan mengikuti berbagai rangkaian acara. Vihara Budhi Bhakti, sebagai salah satu vihara tertua di Batam, menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya selama perayaan Imlek.(*)
Reporter: Yashinta



