
batampos – Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mendukung penuh rencana pemerintah pusat merelokasi 2.000 warga Gaza korban perang ke Pulau Galang, Batam, untuk mendapatkan perawatan medis.
Rencana ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Indonesia yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. “Kami dari Pemprov Kepri menyambut baik arahan Presiden. Apa yang beliau laksanakan di Galang ini murni misi kemanusiaan,” ujar Nyanyang, Sabtu (9/8).
Menurutnya, program ini bertujuan memulihkan kondisi fisik dan mental warga Gaza terdampak konflik. Perawatan akan difokuskan pada penyembuhan trauma, baik fisik maupun psikologis.
Baca Juga: 2.000 Warga Gaza Akan Dirawat di RSKI Pulau Galang, Pemko Batam Tunggu Koordinasi
Kedatangan para pengungsi kemungkinan dilakukan bertahap. Dari total 2.000 orang, gelombang pertama diperkirakan hanya 300-500 orang, menunggu arahan pemerintah pusat.
Lokasi penampungan akan memanfaatkan bekas fasilitas pasien Covid-19 di Pulau Galang, yakni Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI). Fasilitas ini dinilai memadai karena memiliki sarana medis dan akomodasi terintegrasi.
Pemprov Kepri, kata Nyanyang, siap membantu pendampingan tenaga medis dan logistik. “Kami akan berkoordinasi dengan Gubernur dan OPD terkait untuk mendampingi, baik di Batam maupun tujuh kabupaten/kota lainnya,” katanya.
Meski demikian, seluruh persiapan infrastruktur dan kebutuhan utama akan ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Soal waktu kedatangan, Nyanyang mengaku belum mendapat informasi resmi. “Arahannya belum ada,” singkatnya.
Ia menegaskan, Pemprov Kepri akan mengedepankan nilai kemanusiaan dalam menyambut pengungsi Gaza. “Ini murni kemanusiaan, dan itu yang akan kita utamakan,” tutupnya. (*)
Reporter: Arjuna



