Rabu, 28 Januari 2026

Wali Kota Batam Ajak Warga Tertib Kelola Sampah Mulai dari Rumah Tangga

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sampah perumahan menumpuk karena keterlambatan pengangkutan. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah, terutama dari lingkup rumah tangga. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Persoalan sampah di Kota Batam kembali menjadi sorotan serius. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah, terutama dari lingkup rumah tangga. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus salah satu paguyuban warga di Kecamatan Sagulung, Minggu (25/5).

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar mengungkapkan bahwa produksi sampah di Batam setiap harinya mencapai 800 hingga 1.300 ton. “Kalau kita asumsikan penduduk Batam sekitar 1,3 juta orang, maka satu orang menyumbang satu kilogram sampah per hari, termasuk bayi,” ujarnya. Oleh sebab itu, menurutnya, upaya penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.

Sebagai salah satu langkah konkret, Pemko Batam mendatangkan 20 unit bin container baru guna mendukung pengelolaan sampah. Namun Amsakar menegaskan, “Kalau tidak ada semangat bersama, tidak akan selesai masalah ini.” katanya.

Ia mendorong warga agar lebih disiplin membuang sampah dan mengurangi produksi sampah sejak dari rumah.

Salah satu kebiasaan yang perlu diubah menurut Amsakar adalah penggunaan kantong plastik berlebihan saat berbelanja. Ia mencontohkan, jika seorang ibu berbelanja dari beberapa konter dan setiap konter memberikan kantong plastik, maka jumlah sampah plastik yang dibawa pulang akan meningkat drastis. “Lebih baik satu plastik digunakan untuk semua belanjaan,” katanya.

Selain itu, Amsakar juga menyarankan pengaktifan kembali bank sampah di lingkungan warga. Bank sampah dinilai sebagai solusi efektif untuk memilah dan mendaur ulang sampah yang masih bernilai ekonomis. “Bank sampah harus digalakkan lagi sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam terus mendorong optimalisasi pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Punggur. Saat ini, DLH mengoperasikan sekitar 140 armada pengangkut, termasuk tambahan 16 unit baru yang menggantikan kendaraan rusak.

Namun, tantangan masih besar. Pengangkutan dari lingkungan ke TPS menjadi tanggung jawab kecamatan. Di beberapa wilayah, masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan, terutama di pinggir jalan. Kebiasaan ini memperparah kondisi kebersihan kota, terutama di kawasan padat penduduk seperti Sagulung dan Batuaji.

Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Eka Suryanto, menyebut bahwa persoalan utama ada pada pola pikir masyarakat. “Meski tempat sudah penuh, warga tetap buang sampah di situ, bahkan ke pinggir jalan,” jelasnya.

Petugas kebersihan pun kewalahan, sebab sampah yang sudah dibersihkan di pagi hari, sore hari sudah menumpuk kembali.

DLH bersama Satgas Pengawas terus melakukan patroli rutin untuk memantau titik-titik rawan pembuangan sampah liar. Beberapa pelanggar sudah ditindak sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku. Upaya penegakan hukum ini diharapkan mampu memberi efek jera dan membentuk kesadaran warga terhadap pentingnya kebersihan.

Di sejumlah wilayah seperti Marina, Sagulung, dan Batuaji, tumpukan sampah masih menjadi pemandangan sehari-hari. Pemerintah Kota Batam berharap, dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, persoalan sampah ini bisa segera teratasi secara berkelanjutan. “Mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan rumah tangga,” tutup Amsakar. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update