Senin, 26 Januari 2026

Wali Kota Batam Amsakar Achmad Turun ke Papan Catur

Meriahkan Final Turnamen Catur dan Domino di Sagulung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam Amsakar Achmad beradu strategi di papan catur.

batampos  – “Kalau ada yang mau menantang catur, silakan. Tapi jangan sampai mengganggu kredibilitas Wali Kota.”

Candaan ringan itu meluncur dari bibir Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, disambut riuh tawa dan tepuk tangan warga yang memenuhi Champion Billiard & Café, Sei Langkai, Senin (25/8) malam. Suasana final Turnamen Catur dan Domino tingkat Kecamatan Sagulung yang sebelumnya penuh ketegangan mendadak cair dan hangat.

Di depan Amsakar, papan-papan catur berjejer rapi. Para peserta, kebanyakan bapak-bapak berkaus oblong, tampak serius mengatur langkah bidak. Kehadiran orang nomor satu di Batam itu membuat lomba sederhana antarwarga terasa lebih meriah dan istimewa.

Amsakar tidak datang dengan jarak. Ia menyalami peserta satu per satu, menyapa panitia, hingga bercengkerama dengan warga yang duduk di bangku plastik berjejer rapat. “Yang penting kita semua senang. Inilah kebersamaan yang harus dijaga,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Sagulung beserta jajarannya. Menurutnya, lomba seperti ini tidak hanya soal permainan, tapi juga simbol kebersamaan. “Kalau lurah kompak dengan RT dan RW, camat solid dengan sekcam dan lurahnya, maka urusan pemerintahan akan jauh lebih mudah,” ujarnya.

Bagi Amsakar, strategi dalam memimpin kota tak jauh berbeda dengan strategi bermain catur: setiap langkah harus diperhitungkan, setiap keputusan harus seimbang, dan yang terpenting adalah menjaga kepercayaan rakyat.

Malam itu ia juga mengajak warga mengingat kembali suasana peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di tingkat Kota Batam. Ia bercerita, dirinya sempat menitikkan air mata saat bendera Merah Putih dikibarkan. “Begitu pula ketika penurunan bendera, suasananya sangat menggetarkan. Spirit kebangsaan warga Batam luar biasa,” katanya, membuat hadirin ikut mengangguk.

Seiring malam kian larut, satu per satu pertandingan usai. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema setiap kali pemenang diumumkan. Warga tidak langsung beranjak, banyak yang bertahan untuk bersalaman dan berfoto bersama. Beberapa anak kecil bahkan berebut maju sekadar ingin menyentuh tangan Wali Kota.

Sebelum meninggalkan lokasi, Amsakar kembali menekankan pentingnya sinergi. “Kunci pemerintahan saat ini adalah kolaborasi. Mari kita jadikan momen seperti ini untuk semakin kompak membangun Batam,” tegasnya, disambut tepuk tangan panjang.

Malam itu, denting bidak catur, gelak tawa, dan sorak sorai menjadi saksi. Amsakar hadir bukan hanya sebagai pemimpin, melainkan juga sebagai sahabat warga—tegas, penuh rasa kebangsaan, namun tetap sederhana dan hangat. (*)

Reporter: Arjuna

Update