Minggu, 25 Januari 2026

Warga Antusias, Tradisi Maritim Melayu Kembali Berkibar di HUT ke-80 RI

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Perlombaan tradisional sampan layar, speed sport, dan ketinting sport di Belakang Padang. Perlombaan ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

batampos – Perairan Belakang Padang, Minggu (10/8), dipenuhi riuh suara sorak, dentuman musik, dan deru mesin ketinting. Ratusan warga dari berbagai penjuru Kota Batam bahkan luar daerah berbondong-bondong datang sejak pagi untuk menyaksikan perlombaan tradisional sampan layar, speed sport, dan ketinting sport dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Event bertajuk Gerindra Cup I yang dimulai pukul 09.30 WIB ini digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Batam. Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya maritim dan menghidupkan kembali tradisi Melayu yang telah mengakar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Batam, Aweng Kurniawan, mengatakan perlombaan ini diinisiasi oleh Panglima Dapil Kepri, Endipat Wijaya, sebagai bentuk komitmen partai dalam menjaga kearifan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di wilayah pesisir.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan di Belakang Padang. Jika sukses, kegiatan ini akan menjadi event tahunan yang berdampak bagi pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Aweng yang juga Wakil Ketua I DPRD Kota Batam.

Perlombaan kali ini diikuti peserta dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri. Kategori yang dilombakan mencakup sampan layar dengan kru 9 orang, sampan layar mini dengan kru 7 dan 5 orang, speed sport 15 PK, serta ketinting sport.

Di pinggir pantai, warga tampak memenuhi area pelabuhan dan bibir pantai untuk menyaksikan aksi para peserta yang berlomba adu cepat di tengah laut. Anak-anak memanjat bahu orang tua mereka demi bisa melihat perahu layar berwarna-warni yang melaju kencang dihembus angin.

Rina, salah satu warga Belakang Padang, mengaku senang kampung halamannya kembali menjadi pusat keramaian.

“Biasanya acara seperti ini ramai waktu zaman dulu. Sekarang sudah jarang. Kami senang sekali, selain hiburan, pedagang juga laku jualannya,” ujarnya sambil melayani pembeli minuman dingin.

Selain perlombaan, suasana semakin meriah dengan hiburan rakyat, penampilan musik tradisional, dan kuliner khas Melayu. Pedagang makanan dan minuman yang berjejer di sekitar lokasi terlihat sibuk melayani pengunjung.

Pemenang di setiap kategori akan mendapatkan piala bergilir Gerindra Cup, yang menjadi simbol supremasi lomba tradisional pesisir di Kepri.

“Dengan semangat gotong royong dan cinta budaya, Gerindra Cup I diharapkan menjadi pemantik semangat kemerdekaan sekaligus wujud nyata kepedulian partai terhadap tradisi dan ekonomi rakyat,” tutup Aweng. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update