
batampos – Warga Baloi Kolam, Kota Batam, meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mengawal pembayaran saguhati bagi warga terdampak penggusuran lahan oleh pengembang PT Alvinky Multi Berkat. Hingga kini, puluhan kepala keluarga masih belum menerima kompensasi yang dijanjikan.
Dari total sekitar 200 kepala keluarga (KK) yang terdampak proyek di atas lahan seluas 9,2 hektare tersebut, baru 176 KK yang menerima saguhati. Sisanya masih menunggu kejelasan dari pihak pengembang.
Ketua RW 16 Baloi Kolam, Sahat Tampubolon, mengatakan pihaknya telah bertemu sejumlah pejabat BP Batam pada Selasa (14/10) untuk meminta kepastian tindak lanjut surat keberatan yang telah mereka layangkan sebelumnya.
“Kami datang ke BP Batam untuk mempertanyakan langkah mereka dalam memastikan surat kami ditindaklanjuti,” ujarnya, Rabu (15/10).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari bagian lahan, biro hukum, hingga Ditpam BP Batam hadir. Mereka disebut telah memanggil pihak PT Alvinky Multi Berkat dan meminta verifikasi ulang terhadap data warga yang belum menerima saguhati.
Namun, warga berharap BP Batam tidak hanya sebatas menjadi mediator, tetapi juga aktif mengawasi agar pengembang menepati komitmennya.
“BP Batam tidak boleh lepas tangan. Harus benar-benar bertanggung jawab dari sisi pengawasan,” tegas Sahat.
Ia juga menyoroti adanya praktik di lapangan yang dinilai dapat memecah hubungan sosial warga akibat proses pembayaran bertahap yang tidak transparan.
“Ketika mereka mau melakukan pembebasan, seharusnya yang dipenuhi dulu hak sosial dan kemanusiaannya,” katanya.
Sahat menjelaskan, warga sebelumnya dijanjikan uang saguhati sebesar Rp35 juta per kepala keluarga sebagai kompensasi atas rumah mereka yang terdampak proyek PT Alvinky Multi Berkat. Namun hingga kini, masih ada puluhan warga yang belum menerima hak tersebut.
BP Batam sebagai otoritas lahan di kawasan itu kini diminta turun langsung mengawal penyelesaian agar tidak menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.
“Sekarang BP Batam sudah turun tangan, kami harap benar-benar mengawal sampai tuntas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Arjuna



