Senin, 23 Februari 2026

Warga Batubesar Menjerit Karena Air Mati Seharian

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Warga Batam terpaksa memanfaatkan air kubangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Foto: Yashinta/Batam Pos

batampos – Sejumlah warga perumahaan di wilayah Kelurahan Batubesar, Nongsa menjerit karena air spam tak mengalir seharian. Mirisnya lagi, terhentinya suplai air ke rumah-rumah warga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Gokil, warga Perumahan Rajawali, Batubesar kesal karena air di rumahnya tak mengalir sejak, Senin (5/6) malam. Awalnya ia pikir tak mengalirnya air hanya sementara, tapi ternyata hingga Selasa (6/6) malam air tak juga mengalir.

“Tahunya sudah tak hidup sejak malam, saya lupa jam pastinya, tapi hingga Selasa malam air masih tak mengalir,” ujar Gokil.

Baca Juga: BP Batam Bangun Pipa Jaringan Baru untuk Atasi Permasalahan Distribusi Air di Sekupang

Hal yang membuat ia bertambah kesal, karena terhentinya suplai air tanpa pemberitahuan. Padahal suplai terhenti sangat lama dan jelas merugikan ia sebagai konsumen.

“Tak ada pemberitahuan sama sekali. Untuk kebutuhan terpaksa beli air galon,” ungkapnya.

Hal senada juga dikeluhkan Wati, warga Cipta Mandiri, yang merasakan air di rumahnya sudah tak mengalir sejak subuh. Untungnya pagi hari hujan, sehingga ia sempat menampung beberapa ember air.

“Jangan sampai terulang lagi seperti yang sudah-sudah, air mati sampai 4 hari. Ini juga matinya tanpa ada pemberitahuaan,” kesal Wati, Selasa sore.

Baca Juga: Bea Balik Nama ke 2 Gratis, Samsat Batam Center Siap Melayani

Menurut dia, beberapa bulan yang lalu kondisi yang sama sempat dirasakan sejumlah warga di Batu besar. Suplai air bersih tak mengalir berhari-hari, yang akhirnya warga terpaksa mengambil air kubangan untuk kebutuhan.

“Ya bagi yang punya duit mungkin bisa beli air galon, bagaimana dengan yang tak punya duit, pasti milih alternatif air gratis,” ungkapnya.

Sementara Ida, pemilik usaha laundry di Batubesar mengaku kewalahaan karena air bersih mati total. Tandon penampungan air ia pun habis, untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya rugilah kalau usaha londri, harusnya bisa nyuci jadi tak bisa. Saya tolak dulu untuk cuci kain, karena khawatir kejadian seperti beberapa bulan lalu,” jelasnya.

Ia mengaku dapat kabar, tak mengalirnya air karena adanya pengerjaan perbaikan pipa di dekat kawasan Bandara. Namun menurutnya, hal Itu harus diberi tahu ke pelanggan agar tidak membuat resah seperti ini.

“Tak ada pemberitahuaan, kalau mati belasan jam gini harusnya diberi tahu, jadi warga bisa antisipasi. Ini kan semua jadi panik,” jelasnya. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

SALAM RAMADAN