
batampos – Kemacetan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Mukakuning menuju simpang Kepri Mall, semakin parah dalam beberapa pekan terakhir. Warga mendesak agar proyek pelebaran jalan sepanjang 3,8 kilometer yang saat ini tengah dikerjakan bisa segera rampung. Di jam sibuk pagi dan sore hari, arus lalu lintas di ruas tersebut kerap tersendat hingga menyebabkan antrean kendaraan mengular.
Pantauan di lapangan, pengerjaan proyek sudah menunjukkan progres signifikan. Separuh badan jalan yang akan dilebarkan kini telah memasuki tahap semenisasi. Pekerja dan alat berat masih terus berjibaku di sepanjang jalur untuk merampungkan pembukaan row jalan di kedua sisi. Di beberapa titik, pekerjaan juga difokuskan pada pembangunan saluran drainase sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir.
Saat ini, arus lalu lintas masih dialihkan ke dua jalur eksisting yang telah ada. Area proyek dibatasi dengan garis pengaman, karena sebagian titik galian tergolong cukup dalam. Pengendara pun diimbau untuk mengurangi kecepatan, mengingat kendaraan proyek kerap keluar masuk di lokasi pengerjaan.
Baca Juga: Progres Proyek Pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji, Solusi Kemacetan Kian Dekat
Andriani, seorang pengguna jalan yang saban hari melintas di kawasan tersebut, berharap proyek ini segera diselesaikan. “Sudah lama warga menunggu pelebaran jalan ini. Selain untuk kelancaran lalu lintas, juga biar jalan utama kita ini tampak lebih rapi dan cantik,” katanya.
Hal senada disampaikan Indra, warga lainnya. Menurutnya, kemacetan yang ditimbulkan selama pengerjaan proyek sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat. “Kalau bisa dipercepat, lebih bagus. Jam sibuk pagi dan sore itu macet panjang, bikin orang telat kerja,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, proyek pelebaran Jalan Ahmad Yani merupakan salah satu bagian dari agenda prioritas penguatan infrastruktur strategis di Pulau Batam. Proyek ini berada di bawah koordinasi Badan Pengusahaan (BP) Batam yang berkomitmen menjadikan infrastruktur sebagai tulang punggung pembangunan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, belum lama ini menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan jalan-jalan utama, termasuk ruas Ahmad Yani ini. “Pembangunan strategis ini harus kita pacu. Saat ini, pengerjaan jalan dari Kepri Mall ke Mukakuning sudah mulai dilakukan,” ujar Amsakar.
Ia menyebut bahwa sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan dalam menyukseskan proyek-proyek besar. Infrastruktur yang memadai, lanjutnya, akan membuka lebih banyak peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan Batam harus ditopang oleh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Selain fokus pada proyek fisik, Amsakar juga menyoroti pentingnya pelayanan publik yang responsif terhadap keluhan warga. Ia bahkan mewanti-wanti jajarannya agar pembangunan berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. “Pembangunan harus tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



