Jumat, 20 Februari 2026

Warga Geram Proyek Jalan Bikin Air Ngadat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi

batampos – Pipa air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau Air Batam Hilir kembali bocor akibat pekerjaan proyek drainase di tepi Jalan Sudirman, Senin (28/8) sore. Kali ini, kebocoran terjadi pada pipa besar transmisi Duriangkang-Ozon DN800 mm di Depan Central Sukajadi, Batam Center. Akibat kebocoran itu, puluhan kawasan di Batam terdampak mati air.

Sejumlah warga yang wilayahnya terdampak mulai panik akibat kejadian tersebut. Mereka khawatir, air tak akan mengalir hingga beberapa hari ke depan.

”Ada kebocoran lagi, ini mau berapa hari air mati. Dari sore tadi air sudah enggak mengalir, mati terus,” keluh Surya, warga Bengkong, tadi malam.


Baca Juga: Lakukan Tilang Manual, Polisi Harus Tunjukkan Sertifikat di Pos Lantas

Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir, ia sudah sering merasakan aliran air di rumahnya mati. Penyebabnya pun bermacam-macam, mulai dari pipa bocor, hingga tak ada pemberitahuan sama sekali dan tiba-tiba air mati tanpa sebab.

”Pasti kesal dan geram lah, mosok hampir tiap saat mati air. Sekarang mati lagi, tak tahu berapa lamanya. Kami tetap bayar air, tapi pelayanannya kayak begini,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Arfa, warga Tanjungsengkuang, Batuampar. Menurutnya, bocornya pipa yang diduga karena terdampak proyek pembangunan jalan dan drainase, mestinya tak terus terulang.

”Kan kemarin itu sudah pernah terjadi, mosok terulang lagi. Bukannya pekerja itu sudah tahu di situ ada pipa, kok bisa kena lagi sampai bocor,” katanya heran.

Baca Juga: Video Sambutan Wali Kota Disebar Tak Utuh, Rudi Panjaitan: Bijak Menggunakan Media Sosial

Ia juga menyayangkan jika proyek yang bertujuan untuk mengurai kemacetan, namun terkesan dikerjakan sembarangan. ”Ini kan yang kasih proyek pemerintah, tolong dievaluasi lagi itu yang menjalankan di lapangan. Jangan kejadian seperti ini terus,” sarannya.

Ia juga kesal karena sebenarnya air di wilayahnya baru mengalir setelah sehari sebelumnya mati, namun sehari kemudian kembali ngadat.

”Baru tadi (kemarin) malam air mengalir dan kami bisa nyuci baju banyak. Eh, siang atau sore ini sudah mati lagi,” katanya.

Ia juga khawatir air bakal ngadat hingga beberapa hari ke depan. Kondisi itu pernah ia rasakan beberapa bulan lalu ketika terjadi kebocoran pipa serupa di sekitar Kepri Mall.

”Waktu itu sampai satu minggu air tak mengalir. Jengkel dan sedih rasanya tak ada air berhari-hari itu,” katanya kesal.

Baca Juga: LSL Dominasi Penderita HIV/AIDS di Batam, Dinkes Tingkatkan Sosialisasi Pencegahan di Sekolah

Terpisah, Corporate Communication (Corcom) SPAM Batam, Ginda Alamsyah, membenarkan adanya kejadian pipa bocor tersebut. Menurutnya, terjadi kebocoran pipa transmisi Duriangkang-Ozon DN 800 mm, akibat pekerjaan drainase di depan kawasan Central Sukajadi.

”Saat ini perbaikan masih dalam proses. Selama pekerjaan perbaikan ini, akan berdampak pada gangguan pelayanan suplai air bersih berupa air kecil dan air terhenti untuk sementara waktu,” jelas Ginda dalam rilisnya.

Menurut dia, ada beberapa daerah yang terdampak dari pipa yang bocor, di antaranya, Bengkong, Jodoh, Nagoya, Seipanas, Pelita, Melcem, Sengkuang, Batuampar, Batumerah, Baloi Persero, Baloi Center, Bengkong Palapa, Bengkong Permai, Bengkong Langit, Bengkong Polisi, Bengkong Aljabar, Seipanas, Citra Buana Seraya dan sekitarnya.

”Kami menyiagakan mobil tangki air bersih untuk pelanggan yang mengalami gangguan suplai air hingga 1×24 jam, yang dapat dikoordinir oleh Ketua RT/RW/Kelurahan setempat, lalu menyampaikannya melalui layanan saluran resmi kepelangganan Air Batam Hilir,” jelas Ginda. (*)

 

Reporter : Yashinta

SALAM RAMADAN