Minggu, 25 Januari 2026

Warga Grand Jaelynne Tolak Pembangunan Pustu, Lurah: Kekhawatiran Soal Keamanan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Spanduk penolakan warga Grand Jaelynne  atas rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di lahan fasilitas umum (fasum) milik pemerintah. 

batampos – Rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di lahan fasilitas umum (fasum) milik pemerintah di Perumahan Grand Jaelynne, Kelurahan Sagulung Kota, menuai penolakan dari sebagian warga.

Lurah Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung, Rendi Ifandila, mengatakan kekhawatiran warga lebih mengarah pada aspek keamanan lingkungan. Warga menilai keberadaan Pustu berpotensi menambah risiko orang tak dikenal keluar-masuk perumahan.

“Warga menyampaikan bahwa tanpa adanya Pustu pun mereka pernah kebobolan rumahnya. Jadi, dengan adanya Pustu ini justru dikhawatirkan menambah rawannya perumahan tersebut,” ujar Rendi, Jumat (15/8).

Penolakan itu muncul meski lokasi pembangunan berada di lahan fasum yang sah milik pemerintah, dan pembangunan Pustu di Sagulung Kota dinilai mendesak karena kelurahan tersebut menjadi salah satu wilayah di Batam yang belum memiliki fasilitas tersebut.

Rendi menyebut pihaknya bersama kecamatan telah berupaya menengahi persoalan ini. Beberapa solusi ditawarkan, di antaranya meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengajukan surat resmi ke Satpol PP untuk menempatkan petugas penjaga selama proses pembangunan. Setelah Pustu beroperasi, petugas Satpol PP juga akan berjaga pada jam operasional.

“Tujuannya tentu untuk menjaga aset Pemko Batam, tapi juga sedikit banyak menjaga keamanan perumahan,” tegasnya.

Selain itu, ia melihat pembangunan Pustu justru membawa sejumlah manfaat. Lapangan Grand Jaelynne yang saat ini gelap akan memiliki penerangan lebih baik, dan nantinya akan ada tenaga medis yang siaga 24 jam di lokasi.

“Dengan adanya fasilitas ini, insyaallah penerangan lebih terang daripada kondisi sekarang. Tenaga medis juga standby, sehingga jika ada kondisi darurat bisa cepat ditangani,” kata Rendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, SpOG, sebelumnya menjelaskan pembangunan Pustu merupakan bagian dari Program Integrasi Layanan Primer (ILP) Kementerian Kesehatan. Program ini bertujuan memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar di wilayah padat penduduk atau jauh dari puskesmas induk.

Didi menilai kekhawatiran warga terkait keramaian dan keamanan kurang tepat. Menurutnya, Pustu bukan rumah sakit besar yang akan menimbulkan antrean panjang atau lalu lintas padat. Layanannya lebih sederhana, seperti pemeriksaan dasar, imunisasi, penanganan awal penyakit, dan edukasi kesehatan.

“Dengan Pustu, warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapat layanan kesehatan dasar. Waktu penanganan bisa lebih cepat, apalagi dalam situasi darurat,” tegasnya. (*) 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update