Minggu, 1 Februari 2026

Warga Inginkan QRIS Diberlakukan di Operasi Pasar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Operasi pasar murah di Batam. Foto. Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos – Operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Batam menjelang Ramadan mencapai hari terakhir pelaksanaannya pada Jumat (21/2). Kegiatan ini diselenggarakan di dua lokasi, yakni Fasos Hang Jebat Perumahan Cendana, Kecamatan Batam Kota, serta di Kaveling Senjulung, Kecamatan Nongsa.

Pantauan di lokasi, operasi pasar di Perumahan Cendana dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan dijadwalkan berakhir pukul 11.00 WIB. Sejak pagi, warga sudah mulai berdatangan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Salah satu warga Perumahan Cendana, Julia, mengungkapkan bahwa meskipun harga di operasi pasar lebih murah dibanding harga pasar tradisional, selisihnya tidak terlalu besar.

“Saya sengaja datang pagi-pagi. Tapi harganya tak murah juga. Selisih seribu sampai dua ribu saja,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti metode pembayaran yang digunakan di operasi pasar. Menurutnya, belum semua warga bisa membayar menggunakan QRIS.

“Harapannya biar pakai QRIS jadi lebih praktis. Kalau yang lupa bawa uang lebih, jadi bisa bayar lewat QRIS,” ujarnya.

Dalam operasi pasar kali ini, Perum Bulog Batam menyediakan sekitar tiga ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Ramadan. Beras yang dijual adalah kemasan 5 kilogram merek Gong Gong dengan harga Rp55 ribu per kemasan.

Junior Sales Bulog Batam, Riki Maskudri, menyebutkan bahwa harga beras di pasar tradisional biasanya berkisar antara Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram. Dengan harga yang ditawarkan di operasi pasar, diharapkan warga bisa mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau.

“Kalau total keseluruhan, kami siapkan dua sampai tiga ton beras. Per kecamatan kami siagakan 500 kg beras,” kata Riki.

Ia menyebut, beberapa lokasi operasi pasar yang paling ramai dikunjungi masyarakat adalah Kecamatan Bengkong, Tanjunguma, dan Sengkuang. Selain beras, Bulog juga menyediakan gula pasir dan minyak goreng dengan harga lebih murah dari pasaran.

Di lokasi Perumahan Cendana, Bulog menyiapkan 50 kantong minyak goreng kemasan satu liter serta 80 kantong gula pasir kemasan satu kilogram. Harga minyak goreng bervariasi tergantung jumlah pembelian.

“Biasanya di pasar bisa sampai Rp18.500 per liter, di sini kami jual dari harga Rp17.500,” ujar dia.

Tak hanya bahan pokok, distributor penyedia daging ayam dan daging sapi juga ikut berpartisipasi dalam operasi pasar ini. Madi, salah satu distributor, mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan 50 kilogram ayam beku serta 40 kilogram daging sapi beku.

“Lumayan banyak juga masyarakat yang beli daging ayam dan sapi beku ini. Kami belum hitung berapa yang sudah laku dagangan kami,” katanya.

Harga ayam beku yang dijual dalam operasi pasar ini adalah Rp33 ribu per kilogram, lebih murah dibanding harga di pasar tradisional yang mencapai Rp36 ribu per kilogram. Sementara itu, daging sapi beku untuk rendang dijual dengan harga Rp85 ribu per kilogram, sedangkan di pasar tradisional harganya berkisar antara Rp90 ribu hingga Rp98 ribu per kilogram. (*)

Reporter: Arjuna

Update