Kamis, 15 Januari 2026

Warga Resah, Gelper Liar Beroperasi di Depan Kampung Madani

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Plh. Kapolsek Sungai Beduk AKP Buhedi Sinaga. (kanan)

batampos – Aktivitas gelanggang permainan (gelper) liar kembali meresahkan warga. Kali ini, lokasi yang menjadi sorotan berada di Kampung Salak, seberang jalan Kampung Aceh (sekarang Kampung Madani), Muka Kuning.

Warga sekitar mengungkapkan bahwa gelper tersebut beroperasi secara sembunyi-sembunyi dengan akses masuk melalui jalur belakang. “Di sana ada tiga meja besar, sisanya mesin slot dan mesin poker,” kata Andi, salah seorang warga yang merasa risih dengan keberadaan gelper tersebut.

Ia pun meminta aparat kepolisian segera bertindak tegas dan menutup lokasi tersebut. Bahkan, ia menduga gelper itu merupakan pindahan dari Kampung Aceh yang dulu dikenal sebagai salah satu pusat peredaran narkoba dan tempat perjudian di kota Batam.

“Mungkin itu pindahan dari Kampung Aceh dulu. Kami minta polisi untuk menutup total lokasi gelper itu,” ujarnya.

Keluhan serupa juga datang dari warga Kampung Madani yang khawatir dengan dampak negatif perjudian, terutama bagi generasi muda.

“Kami sangat berharap sekali agar pihak kepolisian turun langsung ke lokasi dan menghentikan aktivitas perjudian itu. Kami khawatir anak-anak muda semakin terjerumus. Semoga kepolisian segera bertindak,” kata Nasrul, salah satu warga.

Menurutnya, gelper tersebut beroperasi mulai malam hingga pagi. Ia menduga ada pihak tertentu yang membekingi operasi tersebut.

“Buka nya dari malam, sekitar jam 11 an gitu lah sampai pagi. Sepertinya mereka merasa kebal hukum,” ujarnya.

“Yah percuma saja, aparat penegak hukum dan pemerintah yang sudah bersusah payah ingin menciptakan Kampung Madani menjadi bersih dari aksi kejahatan, namun malah pindah di depan nya. Yah sama saja toh,” ujar Nasrul menambahkan.

Sementara itu Plh. Kapolsek Sungai Beduk AKP Buhedi Sinaga, saat dikonfirmasi terkait aktivitas perjudian di Kampung Salak itu mengatakan, segera menindak lanjuti laporan dari masyarakat.

“Baik, terimakasih informasinya, kami cek lokasi,” katanya.

Warga berharap kepolisian segera mengambil langkah tegas agar perjudian tidak semakin menjamur dan merusak lingkungan sekitar. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update