
batampos – Penghuni rumah susun sewa (Rusunawa) Batamec, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, mengalami kesulitan akses air bersih. Bahkan, kondisi ini sudah warga rasakan sejak lima bulan yang terakhir. Warga berharap pemerintah bisa menyelesaikan permasalahan air di Rusunawa Batamec Batuaji ini.
“Sudah lima bulan lebih kami sangat sulit dengan air bersih,” kata warga yang menggelar aksi damai, Rabu (5/4).
Mereka membentangkan sepanduk besar di depan rusunawa yang bertukisan “Tolong bantu kami Bapak Wali Kota. Kami warga Rusunawa Batamec tidak sanggup lagi atas krisis air yang sudah 5 bulan lebih. Kami tidak sanggup lagi mengangkat air dari lantai 1 ke lantai 4 rusun hanya sekedar buang hajat,” tulis dalam spanduk yang dibuat warga RT 003/RW 022.
Baca Juga: Kebakaran di Botania 1, Api Terlihat Pukul 03.30 WIB, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah
Sujianto Ketua RT003 menyebutkan selama 5 bulan ini PT. Moya memberikan solusi dengan menyedikan dua tangki air bersih per harinya. Namun warga harus berjibaku mengangkat air dengan galon atau ember dari lantai 1 menuju lantai 4.
“Masalah ini tidak terselesaikan sudah 5 bulan warga kesulitan dapat air. Mereka warga sudah tidak sanggup ngangkat air dari lantai dasar menuju lantai 4,” kata Sujianto.
Krisis air bersih yang dialaminya membuat ia dan keluarga terpaksa harus menahan buang air besar (BAB). Sebab dua unit tangki yang yang disediakan PT. Moya juga tidak cukup mengakomodir kebutuhan warga.
Baca Juga: 2029 Masyarakat Batam Akan Nikmati Batam Sebagai Kota Modern
“Kami minta 5 tangki per hari, tapi yang bisa disuplai hanya 2 tangki air. Apalagi kalau malam mau BAB sangat sulit. Kami berharap Wali Kota Batam bisa menyelesaikan permasahan ini,” harapnya.
Penghuni rusun lainnya, Adi mengaku, terbatasnya air bersih ini membuat aktifitas sehari-hari warga menjadi terganggu. Mereka menjadi kesusahan ketika hendak mencuci baju hingga piring. “Kita mau buang air besar, buang air kecil di malam hari jadi susah. Mencuci baju pun juga susah,” kata dia.
Adanya truk tangki air Moya dirasa belum menyelesaikan masalah. Tangki itu mengisi air di bak penampungan sehingga dapat disalurkan ke unit rusun. Akan tetapi warga terpaksa harus mengangkut air dari pantai dasar ke lantai empat rusun.
“Harus ada solusi dari pemerintah pak, ” ujarnya.
Baca Juga: Satgas Pangan Kepri Awasi Spekulan Harga Sembako Jelang Lebaran
Terpisah, Kepala UPT Rusunawa Pemko Batam Roni saat dikonfirmasi mengakui, sudah lama krisis air bersih terjadi di rusun tersebut. Pihaknya sudah berulang kali menyampaikan ke pengelola air bersih namun tanggapan hanya sekedar saja.
“Kita sudah sampaikan. Ini masalah lama. Awalnya disuplai pakai mobil tanki tapi belakangan malah tak disuplai lagi. Masyarakat semakin kesulitan,” ujar Roni.
Imbas dari krisis air bersih ini kata Roni, banyak penghuni rusunawa yang sudah hengkang. Penghuni yang tersisa hanya sekitar 70 KK dari ratusan KK sebelumnya. “Lama-lama gak tahan lah kalau airnya bermasalah, ” ungkapnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



