Minggu, 25 Januari 2026

Warga RW 16 Marina Desak Pemerintah Bangun Akses Jalan Khusus ke SDN 013 Sekupang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
SDN 013 Sekupang di Marina butuh akses jalan khusus dan jembatan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Warga Marina, khususnya RW 16, mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan khusus menuju SDN 013 Sekupang yang selama ini hanya mengandalkan jalan perumahan. Selain kondisinya rusak parah, akses tersebut dinilai tidak layak untuk mendukung aktivitas pendidikan setiap hari.

Ketua RW 16 Marina, Bambang, mengatakan sejak SDN 013 berdiri, anak-anak sekolah harus melewati jalan lingkungan yang sempit dan berlubang. “Jalan ini milik perumahan dan sudah rusak. Kami sudah lama minta agar dibangun jalan khusus di lahan perbatasan antara Perumahan Victoria dan Citra Renggali,” ujarnya saat menghadirinya pertemuan dengan salah satu anggota DPRD Batam di dekat lokasi sekolah belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa lahan untuk pembangunan jalan sebenarnya sudah ada, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Masyarakat berharap pemerintah segera menindaklanjuti agar akses anak-anak sekolah menjadi lebih nyaman dan aman.

Kepala SDN 013 Marina, Musarman, mengungkapkan pihaknya juga telah menyampaikan permohonan serupa ke Dinas Pendidikan Kota Batam. “Sudah kami teruskan permohonan pembangunan jalan khusus dan peningkatan jembatan ke Dinas Pendidikan agar diteruskan ke dinas terkait lainnya. Kami sangat berharap ada perhatian khusus karena ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan siswa,” ujarnya.

Orang tua siswa SDN 013, Martin, juga menyoroti kondisi jembatan penyebrangan yang digunakan anak-anak menuju sekolah. “Jembatannya darurat, tanpa atap, dan sangat berbahaya. Kalau hujan, anak-anak basah kuyup. Selain itu, jembatannya tinggi dan minim pengamanan. Anak-anak bisa saja manjat, ini sangat riskan,” jelasnya.

Menurut Martin, jembatan tersebut menghubungkan jalan depan Perumahan Citra Renggali ke area sekolah, dan setiap hari dilalui ratusan siswa. Ia berharap pemerintah membangun jembatan permanen yang atapnya memadai serta memiliki pengaman di sisi kanan kiri.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengakui persoalan ini memang sudah lama disuarakan masyarakat dan juga pihak sekolah. Ia menyebutkan bahwa aspirasi ini telah disampaikan ke dinas-dinas terkait dalam berbagai kesempatan.

“Memang sudah kami sampaikan ke beberapa Kabid. Katanya, untuk pembangunan jalan baru perlu anggaran besar karena butuh batumiring dan pembangunan lainnya. Tapi kami harap ada solusi jangka pendek, minimal jalan yang rusak diperbaiki dulu,” kata Syamsuddin. Warga berharap persoalan ini tidak terus dibiarkan, karena menyangkut akses pendidikan anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update