
batampos – Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di kawasan Seibeduk menuai banyak keluhan dari warga. Listrik yang padam hingga berjam-jam dinilai sangat mengganggu aktivitas, baik di rumah maupun tempat kerja, terutama saat malam hari ketika warga sangat membutuhkan penerangan.
Salah satu warga, Rusdianto, menyebut pemadaman yang terjadi Selasa hingga Rabu (3/9) sangat merepotkan. “Listrik padam mulai pukul 22.10 WIB sampai sekitar pukul 04.30 pagi. Kami jadi sulit beristirahat, anak-anak juga gelisah, sementara yang bekerja di rumah ikut terganggu,” ungkapnya. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan pihak PLN segera menuntaskan persoalan teknis agar listrik bisa stabil.
Banyak warga lain juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka menilai informasi dari pihak PLN kerap terlambat, sehingga masyarakat tidak memiliki persiapan ketika aliran listrik padam. Beberapa pelaku usaha kecil di kawasan Seibeduk bahkan mengaku rugi karena usaha mereka sangat bergantung pada listrik.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak PT PLN Batam melalui rilis resminya menyebut pemadaman yang terjadi disebabkan oleh gangguan jaringan. Salah satu penyebabnya adalah layang-layang yang tersangkut di kabel listrik serta pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. PLN menyatakan aliran listrik kini sudah kembali normal setelah dilakukan perbaikan oleh petugas di lapangan.
Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Samsul Bahri, menjelaskan bahwa layang-layang masih menjadi salah satu penyebab utama padamnya listrik di Batam. “Material layang-layang, terutama plastik dan benang konduktif, bisa menyebabkan arus pendek jika mengenai kabel. Proses perbaikannya tidak bisa instan, sehingga pemadaman kerap berlangsung lama,” jelas Samsul.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi tantangan. Menurut Samsul, hujan deras dan angin kencang berpotensi membuat pohon tumbang dan ranting menyentuh jaringan listrik. Ia pun meminta kerja sama warga agar tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik serta mendukung upaya pemangkasan pohon yang berdekatan dengan kabel.
Hal senada disampaikan Senior Manager Unit Bisnis Distribusi dan Pelayanan PT PLN Batam, Rizal Azhari. Ia menegaskan bahwa jaringan listrik tidak boleh tersentuh benda apa pun, termasuk layang-layang maupun pepohonan. “Bermain layang-layang dekat jaringan listrik sangat berbahaya. Benang konduktif, apalagi yang basah, bisa menghantarkan arus listrik dan mengancam keselamatan jiwa,” tegas Rizal.
Meski demikian, warga tetap berharap PLN dapat meningkatkan respons cepat setiap kali terjadi gangguan, agar pemadaman tidak berlangsung berjam-jam. (*)
Reporter: Eusebius Sara



