
batampos – Warga di kawasan Tanjung Sengkuang dan sekitarnya masih mengalami gangguan pasokan air bersih. Sejumlah titik bahkan tidak mendapat aliran air sama sekali dalam beberapa hari terakhir.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah darurat untuk mengatasi kondisi tersebut.
“Kami sudah pasang toren dan jaringan di beberapa RT dan RW di Sengkuang, walaupun masih dalam rekayasa aliran airnya,” katanya, Minggu (5/10).
Baca Juga: Tindak Truk Pengangkut Tanah, Dishub Batam akan Tingkatkan Volume Razia
Sebagai solusi sementara, BP Batam menyalurkan air menggunakan toren berkapasitas 20.000 liter yang ditempatkan di beberapa titik, serta mengirim truk tangki air ke kawasan terdampak.
“Ada daerah yang jaringan torennya sudah mengalir, tapi sebagian masih dalam proses rekayasa jaringan. Diperkirakan butuh waktu tiga sampai empat hari lagi,” kata Tuty.
Ia mengatakan, kawasan Batu Merah dan Tanjung Sengkuang termasuk dalam stress area, yakni wilayah yang belum mendapatkan aliran air 24 jam penuh. Permasalahan ini akan menjadi prioritas penyelesaian BP Batam pada tahun mendatang.
Baca Juga: Koalisi Driver Online Batam Deklarasi, Tolak Penutupan Aplikasi Maxim
“Untuk solusi jangka panjang, penyelesaiannya sudah kami masukkan dalam rencana tahun depan. Antara lain melalui pembangunan IPA Sei Ladi, penambahan pompa air di tangki Bukit Senyum, dan perluasan jaringan di wilayah Sukajadi,” ujarnya.
Pekerjaan tersebut menggunakan anggaran tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada Juni tahun yang sama. BP Batam pun berharap distribusi air bersih di kawasan Sengkuang dan Batu Merah bisa mengalir stabil dan merata. (*)



