Sabtu, 14 Maret 2026

Warga Tanjunguncang Keluhkan Aktivitas Pembakaran di PT Tiangcheng

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. (jpg)

batampos – Masyarakat kampung simpang Jaya, Kelurahan Tanjunguncang terganggu dengan aktivitas pembakaran dari dalam kawasan PT Tiangcheng New Material yang lokasinya dekat dengan permukiman mereka.

Aktivitas pembakaran ini tidak saja menimbulkan asap yang tebal yang mencemari udara di sekitarnya tapi juga menimbulkan bau yang menyengat. Masyarakat sudah tak tahan lagi sebab hampir setiap malam harus menghirup udara dan aroma yang sama. Tidak sedikit warga yang terkenal penyakit gangguan pernapasan.

“Anak-anak sering batuk-batuk. Sudah cukup lama seperti ini. Mengganggu sekali,” ujar Agus, seorang warga.

Dijelaskan warga sekitar, asap dan aroma pembakaran yang keluar dari dalam kawasan perusahaan ini umumnya seperti pembakaran karet dan plastik yang membuat mata perih. Pembakaran dilakukan hampir setiap malam.

Perusahaan yang sudah tiga tahun berjalan ini diinformasikan mengolah berbagai macam limbah. Limbah dari galangan kapal ataupun perusahaan lain ditampung di sana untuk diolah.

“Kalau karet atau ban itu dibakar untuk ambil kawatnya. Plastik juga seperti itu dibakar. Tak ngerti juga bidang produksi PT ini. Yang masuk semuanya limbah. Ini sangat berbahaya dengan masyarakat ataupun lingkungan sekitar. Tolonglah ini ditindak lanjuti,” kata Irma, warga lainnya.

Rombongan komisi III DPRD Batam yang menerima keluhan tersebut mendatangi lokasi perusahaan dan pemukiman warga tersebut, Selasa (13/9). Mereka mengecek kebenaran apa yang dikeluhkan warga tersebut. Namun kedatangan rombongan komisi III ini hanya bisa mendengarkan keluhan dari warga. Manajemen perusahaan belum bisa ditemui karena tak berada di lokasi.

“Belum tahu lagi apa kegiatan di dalamnya. Nanti akan kami panggil mereka untuk rapat dengar pendapat,” M Rudi, Sekretaris Komisi III.

Begitu juga dengan awak media yang mencoba konfirmasi atas aduan ataupun keluhan warga tersebut, pihak manajemen juga belum bisa berkomentar banyak dengan alasan yang berwenang di perusahaan tidak berada di tempat. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN