
batampos – Krisis air bersih berkepanjangan, membuat warga Tanjunguncang lapor ke polisi. Laporan itu disampaikan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Batuaji.
Laporan warga ke polisi ini, mulai dari gangguan kamtibmas, akibat warga saling berebut air.
Tidak hanya itu saja, kondisi psikologis dan kesehatan masyarakat, akibat pasokan air bersih yang tersendat.
Warga mengeluhkan persoalan air bersih ini. Sebab sampai saat ini, belum ada solusinya.
“Kami (warga Tanjunguncang) ingin melaporkan ke bapak atau ibu polisi, air ini masalah hidup dan mati. Tolong bantu kami dengan menyuarakan keadaan ini ke pihak terkait,” kata Suprianto, warga perumahan Marina View, Tanjunguncang kepada jajaran Polsek Batuaji dalam kegiatan Jumat Curhat.
Baca Juga: Warga Tanjunguncang Meninggal Dunia Saat Begadang Tampung Air
Ia mengaku, warga sudah sangat menderita akibat permasalahan air tersebut. Air hanya mengalir di malam hari saja dan volumenya sangat kecil.
Warga yang bergadang dari tengah malam hingga dini hari. Terkadang, harus membeli air galon isi ulang, demi memenuhi pasokan kebutuhan air bersih.
Selain itu, ia mengatakan, warga sudah mulai saling sikut. Oleh sebab itu, ia meminta kepada pihak kepolisian Batuaji, untuk sama-sama berjuang bersama mereka mengatasi persoalan air.
Atas laporan warga Tanjunguncang itu. Kapolsek Batuaji, Kompol Restia Octane Guchy mengatakan, akan meneruskan keluhan masyarakat ini ke pihak terkait.
Guchy meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan ataupun perbuatan yang melanggarnya hukum.
“Kami upayakan masalah air ini segera bisa diatasi. Sebagai polisi kami juga berharap agar masyarakat tetap tertib. Lakukan protes sesuai prosedur yang ada dan jangan sampai nekat melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” ucap Guchy.
Reporter: EUSEBIUS SARA



